Home > Books > Madre (Dee)

Madre (Dee)

Madre adalah kumpulan cerpen dan puisi karya Dee atau Dewi Lestari. Melalui ketigabelas karyanya yang dihimpun dari tahun 2006-2011, Dee membagi ide dan pemikirannya melalui rangkaian kata yang cerdas, lugas, dan indah. Terakhir saya baca Perahu Kertas. Sebagai pembanding, Madre lebih berat dari Perahu Kertas yang sangat ringan. Dalam Madre, ada cerpen dan banyak puisi yang saya tidak paham dan perlu lebih dari sekali membacanya untuk mengerti.

Madre, Rimba Amniotik, 33, dan Menunggu Layang-layang adalah kesukaan saya. Madre adalah cerpen pertama yang dijadikan judul antologi ini. Ceritanya unik, yaitu tentang biang roti bernama Madre yang ‘hidup’ dan mengubah hidup pemuda bernama Tansen. Madre membuat Tansen menemukan ‘rumah’nya di toko roti lawas yang bangkrut bernama Tan de Bekker dengan bantuan pak Hadi serta persahabatan istimewa dengan Mei. Alur sebenarnya mudah ditebak, tapi tetap saja saya bertanya-tanya apakah Dee akan menjadikan kisah ini tidak biasa mengingat Dee adalah penulis yang tidak biasa juga. Tapi ternyata akhir Madre sesuai rumus, dan fiksi ini menjadi lebih manis.

Tebakan yang sama juga pada cerpen Menanti Layang-layang. Adalah dua sahabat karib lawan jenis bernama Che/Christian dan Starla. Bertahunan Che, seorang arsitek yang manut pada rutinitas dan penyendiri ini, menjadi tempat curhat tentang pacar-pacar Starla. Che marah ketika Rako, sahabatnya, menjadi korban Starla dan memprotes perilaku Starla yang berganti-ganti pacar. Ohya sebagai pengkontras, Starla adalah desainer interior yang terbuka dan tidak bisa hidup tanpa pasangan. Konflik Che dan Starla berujung pada perasaan yang mereka simpan satu sama lain.

Kisah Che dan Starla sangat mirip dan dekat dengan diri saya sendiri. Saya mirip dengan Che yang setia pada rutinitas, merekayasa mood dalam lagu-lagu di iPod, bisa bertahan dalam kesendirian, dan takut jatuh cinta.  Sedangkan Starla adalah kebalikan dari Che, yang mirip dengan beberapa teman saya. Starla spontan, harus selalu punya pasangan, dan selalu butuh keramain meski di keramaian itu sebenarnya sendiri dan kesepian. Intinya, Che dan Starla sama-sama kesepian tapi memilih cara yang berbeda untuk mengatasinya. Maka ketika cinta tergali antara keduanya, saya yang penggemar cerita cinta opposites attract, tersenyum puas dengan akhir Menanti Layang-layang.

Rimba Amniotik, yang lebih mirip esai, adalah percakapan batin antara calon ibu dan bayi yang dikandungnya. Yaitu Dee dan anaknya Atisha. Pemujaan sang ibu terhadap bayi di rahimnya dengan menyebutnya sebagai sahabat yang berjodoh dengannya. Rimba Amniotik, buat saya, membuktikan keaslian ide dan kedalaman berpikir Dee sangat mengesankan. Ide percakapan batin antara ibu dan bayi adalah orisnil, kuat, dan menyentuh. Tulisan ini membuktikan bahwa menulis dari hati berdasarkan perasaan cinta yang dalam akan membuahkan karya terbaik.

33, nampaknya serupa dengan Rimba Amniotik, adalah hadiah Dee untuk salah satu anggota keluarganya yang saya duga adalah suaminya. 33 memaparkan sisi magis angka kembar ini dan kaitannya dengan umur si penerima puisi hadiah ini yang berusia 33 tahun, 33 hari. Sama dengan cerpen Menunggu Layang-layang, puisi 33 terasa akrab dengan saya karena kesamaan kami memberi hadiah pada seseorang berupa puisi.

Itulah empat karya dalam Madre yang paling menggugah saya. Selebihnya, terutama puisi agak sulit dicerna karena menyimpan banyak makna tersembunyi. Saya mencoba memahami cerpen Guruji dan Have You Ever tapi masih gagal. Sedangkan Semangkok Acar Untuk Cinta dan Tuhan terasa sangat filosofis, sedikit saya bisa memahami. Tapi kegagalan ini justru membuat saya semakin tertantang untuk mamahami hubungan mengupas bawang dan pertanyaan tentang arti Tuhan dan cinta atau cerita unik lain dalam Guruji.

Advertisements
Categories: Books
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: