Archive

Archive for August, 2010

The Last Airbender

August 23, 2010 Leave a comment

Kakak-beradik dari Suku Air Utara Katara (Nicola Peltz) dan Sokka (Jackson Rathbone) menemukan bola es raksasa dengan Aang (Noah Ringer) dan tunggangannya, Appa. Aang yang ternyata seorang avatar ini terperangkap dalam bola es selama seratus tahun sebelum perang dimulai. Aang yang ikut Katara dan Sokka pun ditemukan Zuko (Dev Patel) yang memburunya untuk dibawa kepada ayahnya, Raja Api, sebagai pembuktian. Bersama Katara dan Sokka, Aang pun berusaha mencegah pasukan Negara Api yang akan menaklukan Suku Air Selatan. Aang pun harus menerima tanggungjawabnya sebagai avatar dengan mempelajari pengendalian empat unsur alam.

Sebagai penggila serialnya, gw kecewa dengan versi layar lebar besutan sutradara M. Night Shyamalan ini. Noah Ringer ga bisa menghidupkan karakter Aang yang ceria dan kadang ceroboh. Kebanyakan Ringer cuma melongo dan terlihat bingung.

Katara versi Nicola Peltz kurang tegar dan tangguh. Katara lah yang seharusnya banyak membimbing Aang dengan kesabaran dan kebijakannya. Masih terbayang-bayang Jackson Rathbone sebagai Jasper di Twilight Saga, karakter Sokka pun jadi kurang terlihat dihayati. Dev Patel kurang garang dalam memerankan Zuko yang dipenuhi ambisi untuk mendapat pengakuan ayahnya. Pada beberapa angle sisi innocent Dev Patel sangat terlihat, yang mengingatkan gw sama perannya di Slumdog Millionaire

Interracial casts. Sebenernya gw ga keberatan dengan “sedikit” improvisasi dalam castingnya. Meski di serialnya keempat bangsa digambarkan kurang lebih sebagai bangsa Asia Timur atau Cina, versi layar lebarnya dipecah menjadi: ras kaukasia (kulit putih) di suku air, ras (Asia Selatan/India) di negara api, ras Mongoloid (Asia Timur) di kerajaan bumi, dan multi ras di kuil pengendali udara. Sementara Aang sendiri bule alias kulit putih. Inilah mungkin yang menimbulkan protes.

Semoga sekuel-sekuelnya tetap berlanjut dan lebih bagus dari ini.

Advertisements
Categories: Movies

Salt

August 9, 2010 Leave a comment

Pada hari ulangtahun pernikahannya, agen CIA Evelyn Salt (Angelina Jolie) mendapat ‘kado’ yang tidak mengenakkan: dituduh sebagai mata-mata Rusia.Kedatangan Vassily Orlov (Daniel Olbrychski) ke markas Rusia dan mengatakan bahwa akan ada agen KGB yang membunuh presiden Rusia yang datang ke AS untuk melayat. Tujuan pembunuhannya adalah untuk mengadudomba Amerika dan Rusia. Salt yang dituding dengan jelas di depan rekan-rekannya pun kabur untuk membersihkan namanya. Sejak saat itu, Salt yang semula dikenal dengan jasanya sebagai agen CIA pun mulai diragukan, termasuk oleh rekan terdekatnya, Ted Winter (Liev Schreiber).

Dituntun dengan adegan-adegan flashback, penonton pun diperkenalkan tentang siapa sesungguhnya Evelyn Salt. Salt ternyata memang benar orang Rusia danĀ agen KGB. Salt, yang bernama asli Chenkov ini, diculik ketika masih bayi dan dilatih untuk menjadi mata-mata bersama anak-anak Rusia yang bernasib sama. Salt kecil kemudian diselundupkan ke AS untuk sekolah dan benar-benar menjadi orang Amerika sampai menjadi agen CIA.

Saat disiksa di Korea, Salt menemukan aphlawannya, Mike Krause (August Diehl) yang membebaskan dan menikahinya meski tahu Salt adalah agen CIA. Maka ketika Mike dibunuh Orlov, yang ternyata atasan Salt, Salt pun berubah haluan dalam menjalankan misinya yang semula misi negara menjadi balas dendam pribadi. Salt pun menghabisi Orlov, tidak membunuh presiden Rusia, menggagalkan serangan misil ke Timur Tengah, dan membunuh Ted yang ternyata juga agen KGB dan penyebab kematian Mike.

Karakter Evelyn Salt yang tangguh dan jago bertarung sangat pas diperankan Angelina Jolie, yang awalnya ditulis untuk karakter seorang laki-laki. Berbeda dengan mata-mata perempuan yang biasanya menggunakan daya tarik seksualnya, tidak dengan Salt. Salt adalah Jason Bourne versi perempuan. Aksi-aksi laganya yang maskulin dilembutkan dengan cinta Salt pada suaminya, Mike Krause. Kematian Mike pula lah yang mendorong Salt mengubah misinya. I think that’s so sweet.

Categories: Movies

The Joneses

August 9, 2010 Leave a comment

Keluarga Jones yang kaya baru saja pindah ke kompleks perumaham mewah. Menarik secara fisik, kaya, dan punya barang bagus, keluarga Jones sesungguhnya bukan keluarga biasa. Steve (David Duchovny), Kate (Demi Moore), Jenn (Amber Heard), dan Mick (Ben Hollingsworth) yang memainkan peranan mereka sebagai sepasang orangtua dan anak-anak remaja sebenarnya adalah para sales. Para sales ini dibayar perusahaan mereka untuk mengenakan barang-barang mahal dan memberikan image yang baik dalam rangka menggiring orang-orang sekitarnya untuk membeli produk-produk yang mereka kenakan. Masalah pun muncul ketika justru tetangga mereka mulai mengikuti gaya keluarga Jones. Larry Symonds (Gary Cole) bahkan sampai bunuh diri karena terlilit hutang demi memuaskan istrinya dengan mencontek gaya hidup mewah Steve. Steve merasa bersalah dan terguncang dengan kematian Larry pun membuka kedoknya di depam para tetangga. Steve pun dipecat, Kate dan unitnya memulai “hidup baru” sebagai keluarga Jones dengan “suami”nya yang baru.

The Joneses unik, orisinil, dan membuat penonton tersentak dengan konsumerisme. Teknik marketing yang semakin kreatif tampaknya memang berujung pada satu tujuan: meningkatkan angka penjualan tanpa peduli akan dampaknya. Film garapan sutradara Derick Borte ini tetap ringan melalui genre komedi satir, ditunjang dengan penampilan Demi Moore dan David Duchovny yang bagus.

Categories: Movies