Archive

Archive for July, 2010

8MM

July 26, 2010 Leave a comment

Detektif swasta Tom Welles (Nicholas Cage) diminta oleh Mrs. Christian (Myra Carter) untuk mencari tahu tentang film yangditinggalkan mendiang suaminya. Gulungan pita film tersebut berisi film porno snuff, yaitu film porno yang bercampur dengan adegan sadis dan berujung pada penyiksaan dan pembunuhan. Welles pun memulai investigasinya dengan mencari gadis dalam film tersebut. 

Gadis yang bernama Mary Ann Matthews (Jenny Powell) dilaporkan hilang dan ibunya masih berharap dia hidup. Penyelidikan membawa Welles ke industri pornografi bawah tanah, dengan Max California (Joaquin Phoenix) sebagai ‘pemandu’ yang dikenalnya dari toko buku porno. Kasus Mary Ann pun selesai dan Mrs. Christina bunuh diri setelah mengetahui keterlibatan suaminya sebagai pemesan/penonton film snuff tersebut. Mary Ann meninggal setelah disiksa oleh para pelaku film tersebut. Emosi Welles terpengaruh akan kasus ini dan memutuskan untuk membunuh para pelakunya karena tertekan dan terpengaruh akan nasib Mary Ann yang naas. Mary Ann yang pergi ke Hollywood untuk menjadi artis terkenal, malah berakhir dalam jebakan film porno snuff.

Meski bertema pornografi, 8 MM justru tidak menampilkan adegan porno atau seks samasekali. Film bergenre thriller dan misteri ini berhasil mempengaruhi gw, sebagai penonton, untuk ikut ngeri akan kesadisan film porno snuff. Film snuff sendiri didefinisikan sebagai film yang menampilkan adegan pembunuhan sungguhan dan berujung pada kematian sungguhan alias bukan rekayasa. Real murder, real blood. Nah kebayang kan ngerinya kalo digabung dengan adegan porno atau pemerkosaan.

Tom Welles dan Max California digambarkan ngeri melihat adegan-adegan film snuff, meski ternyata akhirnya mereka melihat snuff palsu. Dibuat pada tahun 1999, karya Joel Schumacher ini berhasil membangun ketegangan meski film-film snuff tidak diperlihatkan secara jelas, melainkan hanya dari ekspresi Nicholas Cage yang tegang, takut, dan tidak nyaman. Cage bermain bagus sebagai detektif swasta yang akhirnya terlibat secara emosional dalam kasus yang ditanganinya.

Categories: Movies

Inception

July 18, 2010 Leave a comment

Film garapan Christopher Nolan ini dibuka dengan presentasi bisnis Dom Cobb (Leonardo Di Caprio) pada Saito (Ken Watanabe) tentang pengekstrakan mimpi untuk mengambil atau menanamkan ide dari pikiran seseorang. Adegan dari pesta di puri megah Saito pun berpindah ke ruang apartemen dimana Saito dipaksa Cobb membuka suatu rahasia. Adegan pun terpotong dengan kerusuhan meruak ke dalam apartemen dan berganti-ganti dengan keruntuhan puri Saito. Bingung? Sama. Lima belas menit pertama gw merasa gregetan memahami film ini dan memaki karena terlalu percaya sama review-review bagus yang gw baca di IMDb. Tapi setelah Cobb setuju dengan perjanjian bisnis yang ditawarkan Saito, film justru sangat enak dinikmati. Dom Cobb bekerja sebagai pencuri ide yang dilakukan pada alam bawah sadar sasarannya ketika mereka tertidur pulas. Saito pun merekrut Cobb untuk mematahkan saingan bisnisnya, Robert Fischer (Cillian Murphy). Tugas Cobb dan timnya adalah menanamkan ide pada Fischer untuk menghentikan kekaisaran bisnis ayahnya sehingga Saito bisa melenggang tanpa saingan. Cobb bersama timnya yang tangguh; Arthur (Joseph Gordon-Levitt), Ariadne (Ellen Page), Eames (Tom Hardy), dan Yusuf (Dileep Rao) pun masuk ke alam mimpi hingga empat lapis untuk menanamkan satu ide tersebut pada Fischer.

Pekerjaan mereka pun sulit karena Fischer terlatih untuk memblokir pikirannya, yang di alam mimpi Fischer, pertahanan itu berwujud sepasukan tentara pengawal. Tidak hanya menghadapi para pengawal tersebut, Cobb pun harus menghadapi masalah pribadi tentang istrinya, Mal (Marion Cottilard) yang kerap muncul dan menganggu pekerjaan Dom. Dom dan Mal ternyata pernah bereksprimen menciptakan dunia yang mereka bangun sendiri dalam mimpi. Dunia yang semula indah pun malah berbalik mempengaruhi pikiran Mal yang tidak bisa lagi membedakan antara mimpi dan kenyataan hingga memutuskan untuk bunuh diri. Cobb pun harus berjuang lebih keras untuk menyelesaikan misi terakhir ini dan pulang kembali pada anak-anaknya.

Unik, imajinatif, cerdas, dan setiap adegannya diperkuat dengan penataan musik dari Hans Zimmer semakin membuat film ini sukses menggiring penontonnya untuk menikmati dan belajar mengupas mimpi hingga empat lapis. Mimpi di dalam mimpi. Senafas dengan Shutter Island, yang juga dibintangi Leonardo Di Caprio, dan Imaginarium of Doctor Parnassus, Inception menampilkan lebih banyak action. Casting, tata musik, dan special effect yang semuanya serba oke menjadikan Inception sebagai film yang wajib ditonton. Selamat berpetualang ke alam mimpi!

Categories: Movies

Despicable Me

July 16, 2010 1 comment

Sebagai penjahat nomor satu di dunia, reputasi Gru (Steve Carell) tercoreng dengan pencurian piramid yang dilakukan penjahat lain bernama Vector (Jason Segel). Gru pun meminta bantuan dana ke Bank Evil, Mr. Perkins (Will Arnett) untuk proyek kejahatan berikutnya: menciutkan dan mengambil bulan! Dibantu para minions dan dr. Nefario (Russell Brand), Gru pun memulai proyeknya. Dalam perebutan alat penciut dengan Vector, Gru memanfaatkan tiga anak yatim-piatu: Margo (Miranda Cosgrove), Edith (Dana Gaier), dan Agnes (Elsie Fisher). Selanjutnya, bisa ditebak, tumbuh kasih sayang antara Gru dan ketiga gadis kecil yang imut-imut.

Despicable Me sebenarnya tidak menawarkan hal baru baik animasi maupun jalan ceritanya. Meski begitu, tetap lucu dan menghibur terutama penampilan para minions. Mahluk imut berwarna kuning ini adalah pekerja yang membantu Gru dalam setiap proyek kejahatannya.

Categories: Movies

Predators

July 10, 2010 Leave a comment

Tanpa basa-basi, film dimulai dengan adegan Royce (Adrien Brody) terjun bebas dalam keadaan pingsan sebelum akhirnya tersadar dan terjatuh sesaat setelah parasut mengembang. Royce pun bertemu tujuh orang lainnya yang senasib dan sama bingungnya. Apa yang terjadi, dimana, dan apa yang harus mereka lakukan. Royce pun tersadar bahwa mereka terpilih untuk ikut dalam permainan mematikan yang dibuat oleh para Predators, alien yang menculik mereka. Kelompok manusia pimpinan Royce yang terdiri dari ‘orang-orang jahat’ di bumi (tentara, yakuza, mafia, dan pembunuh) harus berhadapan dengan predator untuk bertahan hidup dan mencoba kembali ke bumi.

Predators versi terbaru ini adalah sekuel dari film-film Predator sebelumnya. Cerita tetap dibuat sederhana: sekelompok manusia diburu hingga dua orang yang tersisa. Karakter Edwin (Topher Grace) membuat kejutan karena sepanjang film, Edwin digambarkan hanya seorang dokter biasa bukan anggota militer atau gang yang jago bertarung. Pada akhir cerita, terungkap bahwa Edwin adalah seorang pembunuh yang berkedok orang baik. Pilihan yang jatuh pada Adrien Brody menggantikan Arnold Schwarzenegger (film Predator yang pertama) juga menjadi kejutan tersendiri. Brody yang bukan tipe aktor laga yang macho ini bisa dibilang lumayan juga meski memang ga pas banget kayak Schwarzenegger atau aktor laga lainnya. Wawh, dua film berturut-turut gw nonton Adrien Brody dengan perbedaan karakter yang sangat terasa di Splice dan Predators.

Categories: Movies

Splice

July 10, 2010 Leave a comment

Setelah berhasil membuat mahluk campuran dari berbagai gen hewan, pasangan ilmuwan Elsa (Sarah Polley) dan Clive (Adrien Brody) memutuskan untuk mengkombinasikannya dengan gen manusia. Meski ditentang oleh perusahaan tempat mereka bekerja, Elsa dan Clive yang melakukannya dengan diam-diam pun akhirnya berhasil. Mahluk ciptaan mereka diberi nama Dren (Delphine Chaneac). Meski semula Clive sering menentang keinginan kuat Elsa untuk memelihara Dren, akhirnya luluh juga. Kegagalan presentasi Elsa dan Clive tentang ciptaan sebelumnya memaksa mereka memindahkan Dren ke rumah tua milik Elsa di luar kota. Kekacauan pun dimulai. Dren yang tumbuh sebagai perempuan cantik, mulai memberontak. Keinginan untuk keluar rumah dan memiliki binatang peliharaan memicu masalah semakin besar. Nilai moral dan etika pun luntur ketika Clive menyadari Elsa menggunakan DNA-nya sendiri untuk percobaan kloning Dren dan Dren yang berhasil merayu Clive. Dren akhirnya meninggal. Ah selesai? Atau merasa kecewa bahwa Dren bukan monster sadis dan mengerikan seperti “harapan” saat awal menonton film ini? Tunggu dulu, karena horor sebenarnya tentang Dren ada di lima belas menit terakhir. Setelah mati sebagai mahluk berjenis kelamin betina, Dren hidup lagi sebagai laki-laki. Perubahan yang terjadi karena ketidakseimbangan hormon ini membuat Clive terbunuh dan entah untuk alasan apa, Dren memperkosa Elsa. EW! Kill her would be better. You don’t have to raped her. Mungkin karena didorong balas dendam atas perbuatan Clive dan bayangan adegan ML Elsa dan Clive. Whatever, yang pasti semua berakhir dengan kehamilan Elsa.

Splice mencoba menghadirkan kekacauan moral akibat penerapan ilmu pengetahuan yang melanggar batas. Tidak ada yang salah dengan isu tersebut, hanya saja penggambarannya melalui adegan-adegan seks yang tidak perlu menjadi kekurangan besar film garapan Vicenzo Natali ini. Mungkin horornya memang ada pada perihal seksual antar mereka bertiga, bukan pada fisik Dren sebagai monster. Karakter Clive yang diharapkan sebagai murni protagonis, malah jadi menyebalkan dengan apa yang terjadi antara dia dengan Dren. Ah Adrien Brody, kau mempesona di King Kong tapi sungguh sangat menyebalkan di Splice.

Categories: Movies

Wedding Party and Skyline Lounge

July 5, 2010 Leave a comment

Categories: Games, Pet Society

Twilight Saga: Eclipse

July 5, 2010 5 comments

Bella (Kristen Stewart) kembali menghadapi teror Victoria (Bryce Dallas Howard) yang masih mendendam. Victoria membentuk pasukan vampir baru di bawah kendali Riley (Xavier Samuel) dengan melakukan pembunuhan besar-besaran di Seattle. Kali ini para vampir klan Cullen pun bekerja sama dengan para manusia serigala suku Quilette pimpinan Sam (Chaske Spencer) dalam menghadapi pasukan vampir tersebut. Selain teror Victoria, Bella dihadapkan pada pilihan-pilihan antara Jacob (Taylor Lautner) atau Edward (Robert Pattinson) dan keinginannya berubah menjadi vampir. Dalam seri Twilight yang ketiga ini juga terselip cerita masa lalu Jasper (Jackson Rathbone) dan Rosalie (Nikki Reed) tentang perubahan mereka sebagai vampir.

Cerita cinta segitiga antara gadis remaja, vampir, dan manusia serigala memang bukan untuk semua orang. Untuk orang yang merasa ‘cerdas’ dan ‘jantan’ (untuk cowok), Eclipse akan sama menyebalkannya seperti Twilight dan New Moon. Jadi untuk the haters, mending ga usah nonton daripada ngedumel dengan alasan yang sama dengan dua film sebelumnya. Buat gw, Eclipse lebih baik daripada New Moon. Disutradarai oleh David Slade, yang pernah menggarap film vampir 30 Days of Night, menjadikan Eclipse sedikit lebih gelap ketimbang Twilight dan New Moon tapi itu lebih baik. Jalan ceritanya terasa lebih nyambung, ga loncat-loncat.

Buat yang terlanjur membenci Twilight Saga, Eclipse ga akan ada bedanya dengan dua film sebelumnya tapi untuk penggemarnya tentu wajib nonton apapun alasannya. Tapi yang bikin gw kecewa, cerita tentang Jasper di bagian dia ketemua Alice ga divisualisasi. Padahal itu adalah bagian terbaik terbaik Jasper dan Alice. Can you imagine, dua orang berjodoh dan bertemu hanya lewat penglihatan tanpa harus repot mencari, berusaha, kencan-kencan yang gagal, dan drama-drama menguras air mata? Pasti menyenangkan.

Categories: Movies