Archive

Archive for June, 2010

Knight and Day

June 28, 2010 2 comments

Hidup June Havens (Cameron Diaz) mendadak berubah hanya dalam beberapa jam akibat Roy Miller (Tom Cruise). Miller yang agen rahasia CIA ini  sedang melindungi batere bernama Zephyr ciptaan Simon Feck (Paul Dano) yang memiliki energi yang luar biasa. Tidak hanya berhadapan dengan CIA sendiri, karena dijebak Fitzgerald (Peter Sarsgaard), Miller pun harus menghadapi penjual senjata Antonio (Jordi Molla). Bersama Miller, June bertualang keliling dunia dari Austria hingga Spanyol, seringnya dalam keadaan pingsan karena June yang mudah panik justru sering mengundang bahaya.

Kok, kok, kok kayaknya Tom Cruise dan Cameron Diaz ketuaan untuk peran ini. Umur mereka udah hampir 40 kan? Atau memang udah? Tom Cruise rasanya lebih cocok untuk peran-peran yang lebih serius atau konyol sekalian. Meski agak bingung kenapa judulnya ‘Knight dan Day’, kemungkinan ‘Knight’ diambil dari nama asli Roy Miller; Matthew Knight, film tentang spiopnase dan bergenre action-komedi ini cukup seru.

Categories: Movies

Letters to Juliet

June 23, 2010 1 comment

Sophie (Amanda Seyfried) berlibur ke Itali bersama tunangannya, Victor (Gael Garcia Bernal). Bukannya mendapatkan liburan romantis, Victor justru sibuk sendiri dengan urusan kuliner yang berkaitan dengan restoran yang akan dibukanya. Sophie yang mencari kesibukan sendiri, menemukan hal menarik tentang dinding tempat surat-surat untuk Juliet. Surat-surat tentang masalah cinta ini ditulis dan diselipkan oleh perempuan dari berbagai belahan dunia. Surat-surat tersebut ternyata dibalas oleh sekelompok perempuan yang menamakan dirinya ‘para sekretaris Juliet’. Sophie pun tertarik membantu, apalagi setelah menemukan surat lama milik Claire (Vanessa Redgrave) di tahun 1950-an. Surat itu berisi kebimbangan Claire yang meninggalkan Lorenzo (Franco Nero) yang akan kabur bersamanya. Meski surat itu 50 tahun yang lalu, Sophie tetap membalas dan mengirimkan pada Vanessa di Inggris.

Tak disangka, beberapa minggu kemudian, Vanessa datang ke Itali ditemani cucunya, Charlie (Christopher Egan).Tersentuh dengan surat balasan Sophie, Claire pun tergerak untuk mencari Lorenzo. Bertiga mereka mencari mencari Lorenzo dan menemukan banyak hal, salah satunya permusuhan Charlie dan Sophie yang justru berubah saling menyukai. Akhir cerita bisa diduga; Claire berhasil menemukan Lorenzo dan Charlie dan Sophie pun saling menyadari mencintai satu sama lain, setelah sebelumnya Sophie memutuskan Victor yang sangat kurang peduli padanya.

Secara mengejutkan, film ini ternyata bagus. Good old fashioned romance. Meski dengan formula standar komedi romantis, film ini mengajak penontonnya untuk percaya akan cinta melalui cara yang klasik dan anggun. Amanda Seyfried terlihat lebih oke di sini dibanding di Dear John, salah satu film yang bisa bikin gw murung sehabis nonton karena 1000% murni drama! Letters to Juliet berbeda dengan romcom seperti The Ugly Truth, misalnya, yang nakal dan seksi. Film arahan sutradara Gary Winick ini manis, bahkan saking manisnya beberapa adegan membuat gw memutar bola mata sambil bergumam, ‘oh please!’. Kalau cerita manisnya mulai terasa nyelekit, maka nikmati saja pemandangan indah alam Itali. Ahhh kapan ya bisa ke sana dan menulis surat untuk Juliet. Dear Juliet,…

Categories: Movies

Mari Menghujat

June 17, 2010 1 comment

Setelah heboh grup menggambar kartun Nabi Muhammad, gw liat lagi ada tentang grup FB yang menghujat Islam. Dengan kata-kata kasar dan perang caci maki (plus kemungkinan akun-akun palsu), lengkap sudah grup ini sebagai tempat sampah. Teman, seperti yang kita tahu dan sadar, keimanan dan keyakinan akan suatu agama dan kepercayaan adalah murni dari dalam diri kita sendiri. Perang ini ga akan ada habisnya dengan aling tuduh, saling caci, dan adu domba akan terus berlangsung. Dari suatu milis yang gw ikuti, ada anjuran untuk tidak sembarang mem-forward berita-berita negatif tentang Islam karena akan berimbas pada hasil pencarian di search engine: berita negatif akan menempati urutan pertama hasil pencarian tentang Islam. Terlepas dari ketepatan teknis informasi tersebut, sebaiknya memang ga usah turut andil dalam menyebarkan kejelekan agama masing-masing. Mulai aja dari diri sendiri mengimani agama yang diyakini. Klise. Tapi itu lebih waras daripada jadi teroris atau orang gila di forum-forum bodoh yang ga penting. Cukup sudah Islam diidentikkan dengan teror dan kekerasan. Jadilah muslim yang cerdas dan bermartabat.

Categories: Random

The Losers

June 14, 2010 2 comments

Film dibuka dengan misi sekelompok tentara AS di Bolivia untuk menghancurkan sarang penjahat bernama Fadhli. Tapi belakangan, sang komandan, Kolonel Clay (Jeefrey Dean Morgan) terpaksa membelot demi menyelamatkan anak-anak di tempat Fadli. Clay dan timnya pun menjadi buronon karena dianggap melawan. Sejak saat itu Clay, Jensen (Chris Evans), Pooch (Columbus Short), Cougar (Oscar Jaenada), dan Roque (Idris Elba) hidup tak menentu di Bolivia karena tidak bisa pulang ke Amerika.

Sampai ketika Aisha (Zoe Saldana) yang tiba-tiba muncul menawarkan bantuan untuk pulang dan balas dendam pada Max (Jason Patrick) yang dulu membuang mereka. Mirip dengan cerita The A-Team, Clay cs pun berusaha menangkap Max yang puncaknya ketika sedang transaksi senjata nuklir dengan para ilmuwan India.Tapi siapa sangka ternyata Roque berkhianat dan Aisha yang ternyata anak Fadhil belakangan justru membantu mereka.

Diadaptasi dari komik karya Andy Diggle, The Losers tidak menawarkan sesuatu yang baru atau orisinilitas. Bahkan jalan ceritanya pun sangat mirip dengan The A-Team yang dirilis berdekatan hingga kemiripannya sangat terasa. Mudah ditebak dan klise. Tapi semua keklisean itu tidak mengurangi keseruan film garapan Sylvain White ini. Action dan humornya tetap enak dinikmati. Dari semua karakter, Jensen lah yang banyak menebar kekonyolan. Hacker dan ahli IT ini mengingatka gw sama karakter Wade Wilson/Deadpool di Wolverine yang sangat cerewet dan ga berhenti ngomong. Thanks to Chris Evans yang berhasil membuat sosok nerdy, aneh, dan cerewet ini justru terasa seksi dan menggemaskan. Hahahaha. Ga bisa lupa adegan Jensen ganti baju di lift dan waktu kepergok cewek-cewek dia bilang ‘So… you, uh, ladies liking the angle of the dangle’. Yum…

Categories: Movies

The A-Team

June 13, 2010 Leave a comment

Tim Alpha atau The A-Team pimpinan Kolonel John ‘Hannibal’ Smith (Liam Neeson) selalu berhasil menyelesaikan misi militer dengan sukses bersama anggota timnya; Face (Bradley Cooper), Murdock (Sharlto Copley), dan B.A. Baracus (Quinton Jackson). Sampai mereka dijebak oleh Morrison (Gerald McRaney) dan Pike (Brian Bloom) dalam misi merebut plat cetak uang palsu. Mereka pun dipenjarakan secara terpisah sampai dibebaskan secara diam-diam oleh agen CIA bernama Lynch (Patrick Wilson). Hannibal menuntut rehabilitasi dan pemulihan pangkat, sementara Lynch menuntut plat tersebut. Jebak menjebak pun terjadi dan melibatkan mantan pacar Face, Charisa Sosa (Jessica Biel) yang juga mengincar plat tersebut.

Sebagai penggemar serial lawasnya, gw sangat puas dengan versi terbarunya ini. Dari awal gw sangsi sama Sharlto Copley apakah bisa segila Dwight Schultz dalam memerankan Murdock, dan Quinton Rampage juga apakah bisa menggeser image Mr. T sebagai B.A. Ternyata ga mengecewakan, Copley yang mencuri perhatian sejak bermain di District 9, ternyata ga kalah sintingnya sebagai Murdock si pilot gila. Secara keseluruhan, film arahan sutradara Joe Carnahan ini gw kasih 10 bintang. Action-nya “sadis” dari awal sampai akhir and I enjoyed every minute of it! Bahkan gw berharap adegan-adegannya lebih lambat agar bisa lebih dinikmati. Hehehe. Mantap deh, seru dan nikmatnya sama dengan nonton The A-Team jadul di TV.

Dengan beberapa remake serial lama kayak The A-Team, Karate Kid, dan Nightmare on Elm Street, gw jadi ngarep Remington Steele juga dibikin remake layar lebarnya. Hmmm kira-kira siapa yang cocok jadi pasangan detektif Remington Steele dan Laura Holt menggantikan Pierce Brosnan dan Stephanie Zimabalist ya? Pastinya harus aktor yang rambutnya tebal hehehe.

Categories: Movies

Capitalism: A Love Story

June 10, 2010 Leave a comment

Dirilis pada Oktober 2009, Capitalism: A Love Story menjadi karya teranyar Michael Moore. Moore jago dalam membuat film dokumenter yang berfungsi sebagai kritik terhadap pemerintah dan masayarakat di negaranya, Amerika Serikat. Selama dua jam, Moore menjadikan pembahasan tentang kapitalisme di AS sebagai pelajaran yang mengasikkan dan tidak membosankan. I even laugh, tertawa getir dan miris. Moore membahas tentang industri keuangan dan perbankan, krisis subprime mortgage, pengaruh pasar modal, korupsi pada masa pemerintahan Bush, masalah asuransi, dan ‘dosa’ perusahaan besar seperti Goldman Sachs dan Citibank.

Dalam film ini, Moore jelas membenci kapitalisme.Untuk dramanya, pembuat film dokumenter bertubuh tambun ini menampilkan beberapa keluarga yang dirugikan akibat sistem kapitalisme. Satu keluarga kehilangan rumah karena berutang pada bank, ada juga karyawan yang dipecat semena-mena, dan perusahaan yang mengambil keuntungan atas nyawa karyawannya melalui premi asuransi. Michael Moore bahkan mewawancarai para pendeta tentang pendapat mereka akan kapitalisme.

Sebagai seorang yang awam dengan kapitalisme dan permasalahan ekonomi lainnya, ditambah film ini bukan tentang Indonesia, gw sangat menikmati cara Moore membuka borok-borok kapitalisme. Personally, gw juga ga suka sistem yang sangat bebas dalam berkompetisi dan mengeruk keuntungan ini. Secara ekstrim, kapitalisme merampok dengan cara halus, menyusup dibalik bunga kredit. Pengalaman pribadi gw ya dengan kartu kredit yang utangnya ga abis-abis. Entah berapa juta atau milyar bunga kartu kredit yang gw bayar.

Well ya, lain padang lain belalang. Meski secara persis gw ga tau gimana kondisi di Indonesia tapi hawa kapitalisme sangat terasa, meski Indonesia ga menganut sistem kapitalisme. Contoh simpelnya ya jeratan kartu kredit itu. Jangan lewatkan film ini kalau mau pengetahuan lebih tentang kapitalisme dan isu-isu seputarnya. Seratus dua puluh tujuh menit yang mencerahkan dan mungkin membuat anda sadar untuk segera menggunting kartu kredit anda hahahaha.

Categories: Movies

Sex and the City 2

June 8, 2010 Leave a comment

Di tengah pergulatan akan masalah rumah tangga, karir, dan anak, Carrie (Sarah Jessica Parker), Miranda (Cynthia Nixon), dan Charlotte (Kristin Davis) mendapat tawaran liburan gratis ke Abu Dhabi dari Samantha (Kim Cattrall). Liburan mewah ini ditraktir calon klien Samantha, sheikh Arab yang ingin Samantha mempromosikan hotelnya. Tapiiiiiii sebelum penonton disuguhi pemandangan eksotis Timur Tengah, menit-menit awal masih menjadikan New York sebagai latar. Keempat sahabat ini dipertemukan dalam pernikahan gay sahabat mereka, yang menurut gw ga penting. Kenapa harus pernikahan gay? Pastinya sih pasangan gay sebelah gw waktu nonton di bioskop seneng banget. Hahaha.

Anyway, setelah blablabla di NYC, berangkatlah mereka ke Abu Dhabi “membawa” masalah masing-masing. Carrie yang tengah bimbang memasuki tahun kedua pernikahannya dengan Big (Chris Noth). Charlotte yang kelelahan mengasuh anak, tersadar akan pengasuh anaknya, Erin, sering berpakaian seksi dan takut suaminya tergoda. Sedangkan Miranda stres akan tekanan bosnya. Carrie mendapat kejutan bertemu dengan Aidan (John Corbett), mantannya dan merasa bersalah karena mereka berciuman. Liburan pun berakhir dengan tidak mengenakkan akibat aksi binal Samantha dengan arsitek ganteng, RikardSpirit (Max Ryan), hingga ditahan dan dibatalkan bisnisnya dengan sang sheik.

Secara keseluruhan, Sex and the City (SATC) 2 sangat tidak menawarkan sesuatu yang baru. Bahkan, makna dari film ini hampir tidak ada. Kedua versi layar lebar seri ini hanya seperti satu dari beberapa SATC di versi TV-nya. Konflik pun tidak terasa naik taja dan men car-cari dimana klimaksnya? Ketika mereka diusir dari hotel kah? Dan apa yang menjadi masalah sebenarnya? Masalah rumah tangga Carrie, Miranda, dan Charlotte pun jadinya terasa dibesar-besarkan.

SATC 2 yang masih dipegang sutradara Michael Patrick King memang lucu dan setting Abu Dhabi memberikan warna baru untuk urusan fashion keempat sahabat yang modis ini. Jadi, nikmati saja parade fashion dan humor keempat perempuan paruh baya tentang seks dan masalah-masalah khas perempuan plus cameo seperti Penelope Cruz dan Milley Cyrus, tapi jangan pikirkan masalah yang berarti dari film ini.

Categories: Movies