Archive

Archive for December, 2009

Alvin and the Chipmunks: The Squeakquel

December 30, 2009 1 comment

Just another kids’ stuff. Dalam sebuah konser, tanpa sengaja Alvin melukai Dave hingga masuk rumah sakit dan dirawat. Dave pun menitipkan Alvin, Simon, dan Theodore pada bibi Jackie. Tapi rencana berubah karena ulah Toby, keponakan bibi Jackie yang ceroboh dan menyebabkan bibi Jackie terluka dan masuk rumah sakit (juga). Seolah belum cukup terlantar karena diasuh oleh Toby yang cuek dan ceroboh, trio Chipmunks ini harus menghadapi pergaulan baru di sekolah. Di sisi lain, Ian Hawke, mantan produser trio Chipmunks yang tidak berperasaan, mendapat kesempatan balas dendam melalui The Chipettes. The Chipettes, trio tupai betina; Brittany, Eleanor, dan  Jeanette yang ingin menjadi penyanyi dan fans berat Chipmunk pun tanpa sadar diperalat Ian.

Bagus untuk tontonan anak-anak, mengajarkan tentang kerjasama tim dan jangan menonjolkan diri sendiri. Well but that’s for kids, tapi penonton dewasa; ya so so lah. Ga menimbulkan greget seperti yang pertama. Seharusnya sih menarik karena ada The Chipettes. Mungkin kalau yang pertama karena penasaran dan perbandingan sama versi kartunnya.

Categories: Movies

Boy’s room

December 25, 2009 Leave a comment

Categories: Games, Pet Society

I want “my Arai”

December 25, 2009 Leave a comment

Thanks to Rendy Ahmad who portrayed the teenage Arai very well, makes this scene is stick in my mind: berpakaian baju teluk belanga (pakaian khas Melayu), rambut disisir klimis rapi, dan menenteng gitar, Arai menyanyikan Fatwa Pujangga di depan jendela kamar gadis pujaannya, Zakiah Nurmala. Adegan romantis yang jadul, norak, kampungan, sekaligus membuat tersipu-sipu, terkikik geli, dan bahkan berharap kapan “Arai saya” akan melakukan hal serupa?

Ah, the scene that every girl will fall for a love, no matter how ridiculous it is.
Haha.

One name just added into my fictional crushes list.

Setiap orang punya definisi masing-masing tentang sosok impiannya. Arai makes clear up a few things about a man that maybe I would fall for; spontan, jenaka, optimis, menghargai pendidikan, pemimpi hebat, dan inspirator yang tak kenal lelah. Ah, I want “my Arai”.

Categories: Movies, Random

Old Dogs

December 23, 2009 Leave a comment

Charlie dan Dan adalah dua sahabat karib sekaligus partner bisnis. Ketika Dan bercerai, Charlie menghiburnya dengan berlibur ke Miami. Dan yang mabuk, tanpa sengaja menikah dengan Vicki, perempuan yang baru dikenalnya. Tujuh tahun kemudian, Vicki kembali dan memberitahu Dan bahwa sebenarnya mereka punya anak kembar; Zach dan Emily. Keterkejutan Dan, yang tidak suka anak-anak, ternyata belum cukup karena ia harus mengasuh Zach dan Emily selama Vicki dipenjara karena pelanggaran hukum ringan. Bersama dengan Charlie, Dan berusaha membuktikan bahwa dia mampu menjadi ayah yang baik sambil tetap berusaha mempertahankan bisnisnya.

Wow, ternyata Robin Williams udah tua ya? Hehehe. Salah satu film Robin Williams yang ga pernah gw lupa adalah Mrs. Doubtfire. Old Dogs pun kurang lebih sama lah dengan Mrs. Doubtfire, makanya tadinya gw mau lewatin aja ga nonton film ini. Tapi ternyata ada kesempata juga. Dengan ide cerita yang terlalu biasa untuk ukuran aktor sekelas John Travolta dan Robin Williams, gw ga berharap banyak dari film yang dibintangi sama anak dan istri Travolta: Kelly Preston dan Ella Bleu Travolta ini. Tapi ternyata Old Dogs ternyata mampu bikin gw ketawa sakit perut di beberapa adegan dan yaaa ternyata film ini lumayan juga. Well, bagaimana pun juga akting komedi Robin Williams tetap ciamik.

Adegan-adegan terlucu adalah; waktu Dan jemput Vicki di stasiun dan di perkemahan, ada Matt Dillon dan Justin Long. Selain komedinya, bagian drama film ini ya so so lah; standar dan garing. So just enjoy the slapstick scenes!

Categories: Movies

Sang Pemimpi

December 21, 2009 Leave a comment

Sama seperti waktu nonton Laskar Pelangi tahun lalu, Sang Pemimpi masih bisa biki gw nangis. Ga cuma menangis, tapi juga tertawa, tersenyum, merinding, dan menyukai pantun serta lagu Melayu. Memorable scene dari film ini adalah waktu Arai remaja tampil rapi dan bermain gitar menyanyikan Fatwa Pujangga di depan jendela Zakiah Nurmala. Jadul, sedikit norak, sekaligus berharap kapan “Arai saya” akan muncul dan menyanyi di depan jendela kamar saya? 

Diceritakan dengan cara flashback, bagian kedua dari tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata ini mengisahkan Ikal yang beranjak remaja dan dewasa untuk terus mempercayai dan meraih mimpi-mimpinya. Ikal mendapat sahabat-sahabat baru Arai  yang merupakan sepupunya, dan Jimbron yang terobsesi pada kuda. Bersama Arai sang pemimpi kelas kakap yang selalu menyemangatinya, mereka akhirnya berhasil mendapatkan beasiswa ke Universitas Sorbonne di Prancis.

Sang Pemimpi mengajarkan kita untuk terus bermimpi dan berharap. Arai dan pak Balia, guru yang inspiratif bagi murid-muridnya, mewakili keoptimisan orang-orang muda. Para pemimpi ini diseimbangkan dengan pak Mustar dari generasi tua, kepala sekolah galak yang nyaris jadi tokoh antagonis. Tapi dibalik sifat galaknya, pak Mustar ternyata ingin agar bermimpi juga harus diseimbangkan dengan sifat realistis dan kerja keras. What a perfect story I must say!

Kekurangan film ini adalah beberapa adegannya berjalan lambat dan terkesan membosankan. Untung juga Nazriel Irham alias Ariel ‘Peterpan’ yang berperan Arai dewasa, aktingnya ga mengecewakan. Padahal gw udah takut aja si Ariel bakal merusak karakter Arai. Tapi Sang Pemimpi tetap menjadi film wajib untuk para pemimpi. ‘Highly recommended’, ‘wajib ditonton’, dan ‘salah satu film terbaik tahun ini’ adalah label-label yang tepat untuk film ini.

Can’t hardly wait for Edensor! Sedikit berharap cemas untuk Maryamah Karpov, buku keempat tetralogi Laskar Pelangi. Maryamah Karpov ceritanya kayak dipaksain jadi. Semoga Mira Lesmana, Riri Riza, dan Salman Aristo, sebagai penulis naskah bisa mengubahnya menjadi luar biasa kayak Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi.

Categories: Movies

Avatar

December 21, 2009 Leave a comment

Jake Sully, seorang veteran perang yang cacat menggantikan sudara kembarnya dalam program avatar ke planet Pandora. Di planet tersebut, tersimpan kandungan mineral yang sedang digali oleh perusahaan yang dipimpin Parker Selfridge. Pandora yang indah ini dihuni oleh suku Na’vi yang menyerupai manusia primitif mirip kucing. Jake kemudian dikirim oleh untuk memata-matai suku Na’vi demi mengetahui sumber utama batu tersebut. Jalan cerita berikutnya bisa ditebak, Jake berbalik berpihak pada suku Na’vi untuk menyelamatkan hutan mereka. Klimaks cerita adalah pertempuran suku-suku Na’vi melawan pasukan militer pimpinan Kolonel Quaritch.

Jalan ceritanya mungkin terasa familiar, The Last Samurai adalah salah satu yang mirip. Fokuslah pada teknik animasinya yang bangus banget. Halus dan detil. Ekspresi dan gerakan fisik Jake Sully, Neytiri dan tokoh-tokoh suku Na’vi lainnya begitu hidup dan nyata. Hutan mengapung adalah yang paling bikin gw terbengong-bengong liatnya. Meski gw nonton yang bukan 3D tapi sudah cukup mempesona. Jadi pengen nonton yang 3D-nya.

Film terbaru James Cameron sejak Titanic (1997) ini katanya idenya sudah ada sejak tahun 1999, tapi waktu itu belum ada rumah produksi yang bersedia membiayai karena budget-nya yang besar.

Categories: Movies

Rooms update 18 dec 09

December 18, 2009 Leave a comment

Finally! Selesai juga rumah colliecollycoklat. Mudah-mudahan ga berubah lagi;

front yard

living room

library and working room

kitchen and dining room

bed room

club

cinema room

bathroom

back yard

Categories: Games, Pet Society