Archive

Archive for October, 2009

Chat Noir poster is real!

October 31, 2009 Leave a comment

chat noirpet-noir-poster

Wahahaha my favorite poster on Pet Society, Chat Noir, is real; http://en.wikipedia.org/wiki/Le_Chat_Noir. Gw baru nyadar waktu liat adegan terakhir Alex n Gigi di film He’s Just Not That Into You. Di belakang Alex ada poster yang gw kenal banget, dan ternyata itu adalah poster kabaret Chat Noir. Ya, gw tau kalo barang-barang di PS memang banyak tiruan kayak lukisan Monalisa atau The Scream tapi poster Chat Noir kan ga sepopuler kedua lukisan itu. Kakak gw bilang di Prancis banyak dijual sebagai suvenir sebagai poster, tas, n t-shirt. She promise to send me one of those stuff. Can’t hardly wait!

Advertisements
Categories: Games, Pet Society, Random

He’s Just Not That Into You

October 31, 2009 Leave a comment

009NIY_Ginnifer_Goodwin_011Tadinya gw males nonton film ini, karena bersamaan dengan He’s Just Not That Into You, Ugly Truth juga maen. Well yap, ternyata turun juga di Bekasi jadi nonton aja deh. Serupa tapi tak sama dengan Ugly Truth yang berisi tips tentang (brengseknya) cowok, di He’s Just Not, pemberi tipsnya adalah Alex (Justin Long) dan penerima tipsnya adalah Gigi (Ginnifer Goodwin). And yes, finally they’re dating. Justin Long and Ginnifer Goodwin have a lot of chemistry in this movie. I love ’em!

He’s Just Not That Into You, which is based on (non-fiction) book by Greg Behrent, bercerita tentang lima pasangan yang berfokus pada keputusasaan Gigi dalam mencari pasangan. Kencan Gigi dan Conor yang gagal menghantarkan Gigi bertemu dengan Justin, pemilik tempat minum yang akhirnya memberikan Gigi banyak nasehat dan kemudian mereka berteman baik. Conor yang tidak berminat pada Gigi, sebenarnya mengharapkan Anna yang terpikat pada lelaki beristri, Ben. Ben yang berselingkuh dengan Anna dan ketahuan oleh istrinya, Janine yang merupakan teman kerja Gigi. Ada juga Beth yang kesal pada Neil, pacarnya, karena tak kunjung menikah meski sudah pacaran tujuh tahun. Conor yang kemudian ditinggalkan Anna, malah jadian dengan teman Anna yang selama ini mencari jodoh lewat dunia maya; Mary.

Gw cukup penasaran dengan akhirnya; apakah Janine memaafkan Ben? Nope, they’re divorced. Sad. Apakah Ben akhirnya bersama Anna? THANK GOD NO! Apakah Beth dan Neil kembali bersama? Yes, good. Apakah Mary menemukan seseorang? Yes, she’s with Conor. And the best damn thing is happened to my favourite couple; Gigi and Alex, meski menurut gw agak maksa Gigi jadian sama Alex. Agak maksa karena dari awal Alex sepertinya diplot untuk ga jadian sama siapapun dengan karakternya yang ga memenuhi syarat sebagai price charming si tokoh sentral, Gigi, seperti pada chick flick umumnya. Tapi justru itulah yang menarik, kejutan karena ternyata Gigi dengan Alex. Gigi and Alex can happen in real life. So… Are you the exception…or the rule?

Categories: Movies

The Last Legion

October 26, 2009 Leave a comment

last_legion_xl_01--film-BThe Last Legion bercerita tentang pelarian Romulus Augustus, kaisar Roma terakhir yang diburu Odoacer, pemimpin bangsa Goth. Romulus yang masih berumur 12 tahun pergi ke Inggris mencari pasukan Romawi yang tersisa bersama para pengawal dan gurunya; Ambrosinus, Aurelius, Mira, Demetrius, dan Batiatus. Di Inggris, setelah berhasil menaklukan Vortgyn dan Wulfila, anak buah Odoacer, Romulus menetap dan meneruskan keturunan hingga kelahiran Raja Arthur serta melahirkan legenda pedang Excalibur.

 Jangan harapkan The Last Legion bakal sekolosal Troy atau King Arthur. Entah apa yang membuat film ini ga bagus padahal ada aktor Ben Kingsley, Colin Firth, dan Aishwarya Rai yang diplot sebagai Ambrosinus, Aurelius, dan Mira. Selain ceritanya yang ga sesuai dengan fakta sejarah, di beberapa bagian The Last Legion terasa seperti film petualangan anak-anak. Tapi bagusnya, film ini ga mengumbar adegan seks dan kesadisan yang berlebihan. Terutama adegan mesra antara Aurelius dan Mira. No nudity, not even kissing! Hmmm, mungkin karena yang main Aishwarya Rai kali ya (baca: orang India = Asia) jadi ga vulgar dan gw sedikit kaget karena terbiasa dengan artis bule yang gampang buka-bukaan. So, meski ga dahsyat, setidaknya The Last Legion lumayan aman ditonton anak-anak.

Categories: Movies

Black & White

October 22, 2009 Leave a comment

061 062 063 064

Categories: Games, Looklet

New looks 22 Oct 2009

October 22, 2009 Leave a comment

045052

Categories: Games, Looklet

Inglourious Basterds

October 20, 2009 Leave a comment

Bagian pertama Inglourious Basterds dibuka dengan kunjungan Kolonel SS, Hans Landa, yang dikenal sebagai Jew Hunter, ke rumah keluarga LaPadite. Dengan pendekatan yang ciamik; ramah namun mengintimidasi, Landa berhasil membuat LaPadite mengakui tempat persembunyian keluarga Dreyfus, salah satu keluarga Yahudi yang sedang diburu Nazi. Tanpa ampun, keluarga Dreyfus pun dibantai dengan menyisakan Shosanna yang menjadi satu-satunya yang selamat.

Bagian kedua memperkenalkan The Basterds, yaitu kumpulan pasukan Amerika keturunan Yahudi yang ditugaskan membantai tentara Nazi. The Basterds, dipimpin Letnan Aldo Raine, pun pergi ke Prancis untuk menjalankan misi mereka. Selain Raine, tokoh-tokoh The Basterds ada Sersan Donny Donowitz alias The Bear Jew dengan senjata andalannya; pemukul kasti untuk memukuli tentara Nazi hingga mati. Lalu ada Hugo Stiglitz, mantan tentara Nazi yang membelot ke The Basterds. Kemudian ada Wilhelm Wicki yang kabur dari Austria ketika pembantaian Yahudi semakin parah.

Bagian ketiga, “German Night in Paris”, cerita kembali pada Shosanna selamat dari pembantaian. Shosanna berganti nama menjadi Emanuelle Mimieux kini mengelola bioskop Le Gamaar di Paris. Adalah Kopral Fredrick Zoller yang naksir Emanuelle alias Shosanna. Zoller adalah pahlawan perang Nazi yang aksi heroiknya dibuat film dan dibintangi oleh dirinya sendiri. Zoller pun bersikeras pada produsernya, Joseph Goebbels, untuk memutar filmnya di bioskop Shosanna. Shosanna yang melihat peluang balas dendam pun segera menyusun rencana bersama pacarnya, Marcel, untuk membantai tentara Jerman di bioskop.

Bagian keempat, “Operation Kino”, cerita kembali pada The Basterds yang bekerja sama dengan perwira Inggris, Letnan Archie Hicox, menemui mata-mata Sekutu, artis Jerman Bridget Von Hammersmark untuk membunuh Hitler di bioskop Le Gamaar. Sayangnya rencana tidak mulus karena kedok mereka terbongkar oleh Mayor Dieter Hellstrom yang mengakibatkan Hicox, Stiglitz, dan Wicki terbunuh. But the show must go on. Raine, Von Hammersmark, Donowitz, dan Omar memutuskan tetap datang ke acara German Night in Paris yang merupakan misi bunuh diri.

Bagian terakhir, kelima, adalah klimax dari film ini. Tokoh-tokoh yang terpecah di bagian-bagian sebelumnya, bersilang jalan di bagian ini tepatnya di Le Gamaar. Trio Basterds yang menyamar sebagai orang Itali kedoknya terbongkar secara konyol oleh Landa. Von Hammersmark akhirnya dibunuh Landa, Donowitz dan Omar melanjutkan rencana mereka, sedangkan Raine dan Utivich diinterogasi Landa.

Inglourious Basterds, don’t bother with the spelling, adalah film perang pertama Quentin Tarantino. Dibagi ke dalam lima bab,  Inglourious Basterds terasa berbeda dari film-film perang yang pernah gw tonton karena meski meringis ngeri melihat darah dan kebrutalannya tapi gw juga bisa tertawa dan kagum dengan adegan-adegannya yang apik. Film yang ceritanya merupakan khayalan Tarantino ini perpaduan kebrutalan sekaligus humor. A commedy of horrors, begitu salah satu review di imdb tentang film yang berlatar Perang Dunia II ini. Jadilah, Inglourious Basterds “mengobati” alergi gw terhadap film perang setelah sangat kapok nonton Rambo IV yang menjijikkan. 

Seperti kebanyakan penonton Inglourious Basterds, Christoph Waltz yang memerankan Hans Landa benar-benar mencuri perhatian gw, mengalahkan Brad Pitt dengan kumis culun dan aksen anehnya. Waltz, yang telah berkarir selama 30 tahun sebagai aktor di Jerman, sangat pas sebagai Hans Landa kejam sekaligus charming. This sophisticated evil speaks four languages, confident, cruel and handsome, Hans Landa even can makes me laugh. Hans Landa became my favorite movie villain.

Categories: Movies

Surrogates

October 20, 2009 Leave a comment

surrogates-20090731032148352_640wBerlatarbelakang di masa depan, ketika manusia melakukan aktivitas luar rumah (bahkan luar kamar tidur) menggunakan surrogates atau robot pengganti yang dikendalikan oleh manusia dari rumahnya masing-masing. Dampak positifnya, pemakaian surrogate menekan angka kriminalitas karena yang keluar rumah dan beraktivitas adalah para robot. Dampak negatifnya, rasa kemanusiaan mulai memudar dan rentan terjadi penipuan karena bisa saja antara robot dan operatornya (manusia yang mengendalikan) berbeda jenis kelamin, umur, atau ras (!).

surrogates_movie_poster1Agen FBI, Tom Greer dan mitranya ditugaskan untuk menyelidiki kematian putra pencipta Surrogates, Canter. Greer mengejar pelakunya hingga ke komunitas manusia anti surrogate yang dipimpin oleh The Prophet yang belakangan diketahui ternyata surrogate milik Canter. Setelah surrogate-nya hancur, Greer memutuskan menyelidiki kasus ini sendiri dengan tubuh lemah dan terluka sekaligus mencoba menyadarkan istrinya, Maggie.

Surrogates diadaptasi dari novel grafis karya Robert Venditti dan ilustratornya Brett Weldele. Penggambaran robot-robot cantik dan tampan serta suasana masa depan tentang surrogate adalah salah satu daya tarik film ini, selain penampilan Bruce Willis. Meski gw ga tergerak untuk nonton dua kali, but definitely I won’t miss it!

Categories: Movies