Archive

Archive for September, 2009

NYC Themed Room

September 29, 2009 Leave a comment

New items minggu ini adalah untuk NYC themed room! Wuuuwww love it. Yeayy I’m a city girl. Jadi sekalian menata ulang ruang tamu deh.

NYC themed room2

Sayangnya ga ada karpet yang pas jadi tukeran sama yang di kamar tidur deh. Selain karpet, gw juga agak bingung sama wallpaper dan lantainya. Kok ga ada yang pas, akhirnya tetep pake wallpaper lama dan lantainya tuker sama dapur. Sempet coba-coba juga untuk pake wallpaper ‘circus’ yang terang dan rame. Maksudnya biar keliatan retro kalo dipadanin sama sama lampu dan sofa yang berwarna hitam tapi malah jadi sedikit aneh ya, ga cocok:

NYC themed room

Untuk kamar tidur, meja rias gw ganti dan ada koper baru. Kayaknya kopernya harus dua nih biar keliatan bagus;

NYC Bedroom

Advertisements
Categories: Games, Pet Society

Fictional crushes

September 29, 2009 Leave a comment

Feels weird or ridiculous crushed a fictional character from a book or a movie? You’re not alone. Here’s mine:

jalice1. Jasper Whitlock Hale, The Twilight Saga, portrayed by Jackson Rathbone. Bersaing ketat dengan Edward dan Carlisle, Jasper wins my attention. Edward terlalu romantis dan terkadang sangat lembek untuk urusan Bella. Carlisle terlalu baik, kebaikannya terlalu sempurna jadi ga bikin greget.  Sedangkan Jasper menarik karena perpaduan masa lalunya yang banjir darah dan masa sekarangnya yang kebalikannya. Jasper, mantan tentara perang sipil Amerika, digambarkan menakutkan karena punya banyak bekas luka di sekujur badannya sebagai akibat dari perang vampir. Hal menarik yang membuat Jasper menjadi karakter yang tidak biasa adalah bakatnya memanipulasi emosi orang disekitarnya, sifat kharismatik when he was a human, dan ceritanya dengan Alice. Cerita Jasper dan Alice yang paling unik di antara pasangan Cullen yang lain. Dari cara mereka bertemu, yang hanya berdasarkan penglihatan Alice, dan cara mereka menunjukkan kasih sayangnya. Jalice is the best couple!

9427_1224201757991_1017418834_710533_2049394_a2. Aragorn, Lord of the Rings, portrayed by Viggo Mortensen. Aragorn punya kharisma sebagai raja sejati. Halah. True leader. Viggo Mortensen emang pas memerankan Aragorn di adaptasi film  LoTR-nya Peter Jackson. Sosok Aragorn di film, pas dengan bayangan gw tentang raja abad pertengahan yang bijak sekaligus ksatria handal. Plus he married the lovely elf, Arwen Undomiel.

200px-Josh_Duhamel_23. Mitchell Hertzog, Boy Meets Girl (a novel by Meg Cabott). Si Mitch ini lawyer. A corporate lawyer di kantor tempat bokapnya sebagai salah owner dan kakaknya sebagai partner. Uhuh sounds familiar errh. Alih-alih memilih jalur untuk aman dan mapan sebagai corporate lawyer, Mitch malah memilih kerja di LBH yang kliennya bukan perusahaan-perusahaan bonafit, tapi penjahat kelas teri dan “sampah masyarakat” lainnya. Sebelum jadi sekolah hukum dan jadi lawyer, Mitch menggunakan uang warisan bagiannya untuk berpetualang keliling dunia. Well, berapa banyak sih, seorang dari keluarga mapan mau berpetualng jadi backpacker dan menolak posisi nyaman di law firm besar tempat orangtua sebagai salah satu owner? Mungkin Mitch Hetrzog di chicklit ini too good to be true, tapi Mitch tetap jadi dream guy karena berani menunjukkan sikap tanpa terpengaruh keadaan keluarganya. Josh Duhamel kayaknya pas jadi Mitch kalo novel ini difilmkan hehehe.

9427_1224206278104_1017418834_710545_3723818_a4. Wade Wilson, Wolverine, portrayed by Ryan Reynolds. Wade Wilson, sebelum berubah jadi Deadpool, adalah sosok ganteng dan macho sekaligus…cerewet. Berkat Ryan Reynolds yang ‘laki banget’, minus Wade Wilson hilang. Gambar-gambar komik Deadpool yang aneh pun lewat deh karena yang kebayang cuma sosok Mr. Reynolds.

9427_1224207398132_1017418834_710546_2327011_a5. Hannibal King, Blade: Trinity, portrayed by Ryan Reynolds. Aslinya di komik, Hannibal King adalah detektif supranatural . Tapi di film Blade: Trinity, Hannibal is a vampire slayer yang pernah berubah jadi vampir. Sama seperti peran Wade Wilson, Ryan Reynolds steal my attention sebagai jagoan yang cuek. Quotes Hannibal King yang berasa lucu buat gw adalah: “Dude, you supposed to be dead”.

9427_1224210638213_1017418834_710553_2319361_a6. William Lennox, Transformers, portrayed by Josh Duhamel. Mayor Lennor, formerly Captain Lennox, is tall, handome, handsome, and handsome. Sebagai karakter, Lennox ga istimewa karena selain bukan peran utama juga kurang punya greget. Tapi setiap ada scene Lennox, gw rela ga baca teks demi melototin mukanya. H’oh I should by the original DVD of Transformers!

9427_1224211918245_1017418834_710554_3178614_a7. Colin McGregor, Snowy River: The McGregor Saga, portrayed by Brett Climo. Dari serial drama lawas asal Australia, Colin McGregor is my fictional crush when I was just a little girl. Colin McGregor is a humble and nice town preacher. Karakter Colin yang ga neko-neko dan lebih ganteng dari adiknya, Rob McGregor (portrayed by Guy Pearce), definitely steal my attention sebagai sosok cowok impian karena baik, kalem, ga macem-macem, and not a bad boy. Hahaha.

Categories: Books, Movies, Random

Idul Fitri 1430 H

September 24, 2009 Leave a comment

Lebaran, beberapa tahun terakhir ini, mulai kehilangan daya magisnya buat gw. Kerinduan akan berpuasa dan Lebaran tetap ada, hanya saja ga heboh kayak dulu. Mungkin karena kondisi keluarga yang mulai berubah, rumah mulai sepi, dan beberapa hal lainnya yang seiring waktu mulai terasa perubahannya. Waktu gw kecil, bulan Ramadhan dan Lebaran merupakan sesuatu yang sangat istimewa, dinanti, sakral, dirayakan besar-besaran, dan sekaligus tantangan. Rentang waktunya terasa sangat lama, seolah Ramadhan dan Lebaran setiap lima tahun sekali.

Mungkin juga sebenarnya Ramadhan dan Lebaran tidak kehilangan ‘daya magis’, tapi arti ‘daya magis’ itu sendiri bergeser. Bergeser dari perayaan besar-besaran secara fisik menjadi perayaan batin yang sunyi dan bersifat pribadi. Perubahan kondisi dari tahun ke tahun begitu menyentak sehingga memaksa untuk merenung.

Categories: Random

Horsemen

September 24, 2009 Leave a comment

Alih-alih mau nonton G-Force yang lucu dan imut-imut, eh malah terdampar nonton Horsemen yang bikin ngilu dan beberapa kali bersembunyi di lengan kekar sebelah gw. Hihihi. Horsemen merupakan film bergenre thriller, horor, crime, misteri, dan drama. Kirain gw adegan-adegannya ga bakal terlalu sadis, ternyata parah. Rating di imdb adalah R: “Rated R for GRISLY and disturbing content, some sexual images and language”. Yeah it is causing horror and terror karena masih terbayang menjelang gw tidur. Sial!

Horsemen berkisah tentang upaya detektif Aidan Breslin dalam mengungkap pembunuhan berantai yang sadis dengan mencomot dari salah satu ayat Injil. Salah satu pelakunya ternyata putra Aidan sendiri, yaitu Alex, yang kecewa pada Aidan karena kurang perhatiannya. Hmmm, seperti biasa kalo pelaku adalah orang terdekat tokoh penyidik. Ending-nya menggantung karena terungkap bahwa para pelaku yang tergolong remaja ternyata mengikuti terapi yang sama dan dengan terapis yang sama pula. Tapi sayangnya, Annette, si terapis yang diduga kuat merupakan dalangnya malah ga diungkap. Para remaja tersebut; Kristin, Alex, dan Corey dicuci otak oleh sang terapis sehingga melakukan perbuatan-perbuatan sadis. Kristin yang anak adopsi dan menerima pelecehan seksual ayah angkatnya, Corey yang homo dan dibenci kakaknya, serta Alex yang kehilangan ibu dan kurang kasih sayang ayahnya.

Cerita tentang remaja yang dicuci otak sehingga mau melakukan perbuatan sadis, mengingatkan gw sama kasus teroris garis keras Islam. Hampir serupa; sang dalang menggunakan alasan agama atau mengutip dari kitab suci. Buat gw pesan moral dari film ini adalah fungsi keluarga sangat penting. Keluarga yang kuat adalah terapis dan guru terbaik untuk para remaja atau orang-orang yang bingung. Keluarga yang kuat, sehat, dan bijak bisa mengarahkan dan mengontrol pengaruh dan potensi buruk lingkungan.

Categories: Movies

Room Update 16 Sep 09

September 16, 2009 Leave a comment

Living room: Living Room2

 

Ruang tamu udah oke, ga ada perlu diubah sejak terakhir ditambahin hiasan dinding.

Office:

Office

Ini dekor office yang terbaru. Akhirnya merasa puas juga sama lemarinya setelah sebelomnya mau menekan budget dengan pake grak dapur. Susunan lemari terlihat unik kan. Kursi kerja gw buang karena warna merahnya, ga cocok sama dominasi hitam dan biru. Barang lain yang masih gw cari adalah meja ramping untuk tempat pemutar piringan hitam antik.

Balcony:

Balcony

Gw keabisan ide untuk balkon. Awalnya pengen bikin latar hutan bambu dan cukup chinese bench plus gitar, tapi kok ngumpulin pot bambunya bikin gw putus asa ya. Apa karena terlalu mahal, jadi lama terkumpulnya dan keburu bosen? Sementara gw diemin begini adanya dulu sampe ketemu ide lain lagi. Sempat terpikir untuk beli set kursi rotan, tapi masih nunggu item-item baru kali aja ada yang lebih cocok.

Categories: Games, Pet Society

Kitchen 16 Sep 09

September 16, 2009 Leave a comment

Dapur dan ruang makan terbaru:

Kitchen & Dining Room2

Kursi dan meja makan gw ganti dengan yang glossy black. Pot bunganya gw jual buat nambah beli lemari di ruang kerja :D. Gw suka banget sama dapur dan ruang makan yang baru ini karena terlihat simple, modern, ga terlalu banyak barang. Apel ijo jadi detil yang manis di atas meja makan simple dan ceiling lamp. Love it!

Categories: Games, Pet Society

The Winner Stands Alone (Paulo Coelho)

September 15, 2009 Leave a comment

sang-pemenang-berdiri-sendiBerlatar festival film Cannes, karya terbaru Coelho bercerita tentang dunia selebriti yang glamor namun sarat makna. Tokoh utamanya adalah Igor, seorang pengusaha kaya dari Rusia yang berusaha mendapatkan cinta mantan istrinya, Ewa, dengan serangkaian pembunuhan. Olivia, Javits, Maureen, dan Sang Bintang adalah korban-korban Igor yang dibunuh dengan cara yang berbeda-beda. Igor menyebut mereka sebagai korban dengan tujuan mulia, yaitu cinta. Selain korban-korbannya, Igor juga bersilang jalan dengan Gabriela yang aktris dan Jasmine, model asal Rwanda.

The Winner Stands Alone merupakan fiksi thriller dengan alur lambat, beberapa kalimat berat, namun sarat makna. Beberapa bahkan merupakan cermin dari pikiran kita. Tampaknya The Winner tidak memfokuskan pada cerita pembunuhan yang dilakukan Igor, karena para detektif yang menangani kasus ini tidak ada kejelasan di akhir cerita. Usaha Stanley Morris, pensiunan Scotland Yard yang berusaha memecahkan pembunuhan dibiarkan berakhir tanpa kejelasan, padahal di awal Morris digambarkan begitu gigih mengungkap kasus ini. The Winner memfokuskan “makna” kemewahan dunia kelas atas atau superclass yang memiliki kekayaan berlimpah dan kekuasaan namun hampa dan terjebak. Satu lagi pengungkapan bahwa “uang bukan segalanya”, kali ini dituturkan dengan dalam oleh Coelho.

The Winner merupakan novel Coelho pertama yang gw baca. Gw ga tergerak untuk baca The Alchemist karena terbayang dengan kalimat-kalimat berat yang sulit dicerna. Menurut beberapa review, ini novel Coelho yang berlatar realistis sesuai dengan dunia sekarang tanpa tokoh-tokoh imajiner seperti dalam The Alchemist atau Witch of Portobello.

Categories: Books