Archive

Archive for August, 2009

The Thirteenth Tale (Diane Setterfield)

August 22, 2009 Leave a comment

Lamban, suram, ganjil sekaligus inspiratif. Kalimat-kalimat inspiratif dan mewakilkan perasaan gw cukup untuk menutupi kebosanan karena jalan ceritanya yang lambat dan terlalu banyak detil. Buat yang terbiasa dan suka membaca Sidney Sheldon, misalnya, yang jalan ceritanya cepat dan menukik, The Thirteenth Tale definitely not for them.Ketegangan baru terasa pada bab-bab terakhir. Tapi entah kenapa, tumben gw ga loncat ke halaman terakhir -suatu kebiasaan kalo bosan sama suatu bacaan, terutama fiksi, I’ll jump to the last page-. Mungkin karena menemukan beberapa kalimat inspiratif tadi kali yah, jadi takut terlewat kalo ada kalimat bagus lagi.

TheThirteenthTalesmallerDari review yang gw baca di goodreads, grammar di novel ini digunakan dengan baik dan benar. The Thirteenth Tale merupakan novel pertama Diane Setterfield yang memiliki backgroud sarjana sastra Inggris. No wonder. Novel ini bisa masuk ke dalam genre gothic. Gw baru tahu kalo ada novel atau fiksi yang genrenya gothic. Here’s a little to read about gothic fiction; http://en.wikipedia.org/wiki/Gothic_fiction.

The Thirteenth Tale berkisah tentang masa kanak-kanak Vida Winter, pengarang terkenal Inggris yang dalam keadaan sekarat meminta Margaret Lea untuk menulis biografinya. Asal-usul Vida Winter yang kelam dan misterius perlahan mulai terkuak dari hasil penuturan Vida ke Margaret dan penyelidikan Margaret sendiri. Cerita pun berganti-ganti antara masa kini dan masa lalu, tentang keluarga Angelfield yang ganjil. Isabelle, Charlie, si kembar Adeline dan Emmeline, Missus, serta si tukang kebun John-the-dig. Keganjilan keluarga Angelfield yang merupakan daya tarik dan menimbulkan rasa penasaran sehingga tetap menjaga untuk setia membaca sampai akhir cerita. Hubungan aneh Isabelle dan Charlie, Vida dan Emmeline, serta konflik pribadi Margaret sendiri tentang kematian saudara kembar yang menghantuinya.

Advertisements
Categories: Books

The Proposal

August 22, 2009 Leave a comment

the-proposal-movie-picThe Proposal bercerita tentang sandiwara Margaret Tate (Sandra Bullock) yang memaksa asistennya, Adrew Paxton (Ryan Reynolds), untuk menikah dengannya supaya Margaret tidak dideportasi ke Kanada. Andrew, yang sangat membenci Margaret karena selama ini ditindas, pun terpaksa menyetujui dengan imbalan kenaikan pangkat sebagai editor. Mereka pun berangkat ke Sitka untuk bertemu dengan keluarga Andrew. Margaret yang akhirnya tersentuh dengan kebaikan keluarga Andrew, dan benar-benar saling jatuh cinta, memutuskan untuk membatalkan pernikahan dan memilih dideportasi ke Kanada. Tapi semua berakhir dengan happy ending dengan Andrew menyusul ke New York dan mengutarakan isi hatinya pada Margaret.

Plot dan adegan The Proposal memang klise seperti chick flick lainnya, tapi tetap enjoyable. Beberapa minggu ini emang gw lagi kangen nonton chick flick setelah serbuan film-film fantasi semacam Harry Potter, Transformer, dan Blood: The Last Vampire. Terutama juga karena ada Ryan Reynolds, one of my favorite hunk. Sandra Bullock berhasil menghidupkan karakter Margaret sebagai bos yang judes, penindas, dan fearless. Sedikit perbedaan dengan chick flick lainnya adalah tentang hubungan bos perempuan yang lebih tua dan sekretaris laki-laki yang lebih muda. Heuh.

Categories: Movies

Motivated

August 20, 2009 Leave a comment

I put “motivated” on the top of list of ideal boss characteristics¬†must have. Alasan gw adalah, jika seorang atasan tidak bisa memotivasi anak buahnya, akan menjadi suatu kerugian besar karena ada potensi tidak banyak atau bahkan tidak akan tergali. Kerugian bukan hanya untuk si atasan itu sendiri, tapi juga organisasi secara keseluruhan. Yah, mungkin ga selalu atasan juga “tugas” memotivasi itu “dibebankan”, bisa juga senior, supervisor, bahkan sesama teman kerja dalam level yang sama. Kehadiran motivator penting karena ga semua orang bisa memotivasi diri sendiri. Motivasi kan juga timbul dari alasan yang berbeda-beda, bisa karena uang, kepuasan batin, atau alasan lain. Motivasi mutlak diperlukan untuk mencapai kemajuan dan fokus terhadap tujuan. Jadi, saya butuh motivasiiii!!!

Categories: English class, Random

G.I. Joe: The Rise of Cobra

August 18, 2009 Leave a comment

gi-joe-rise-of-cobraOookey, so it’s just another popcorn movie yang sangat kentara dipersiapkan untuk sequel. Atau prequel? Whatever, yang pasti sih film ini tetap enak dinikmati, terutama action dan spesial efeknya.¬† Sama seperti summer movie lainnya, don’t take it seriously on the dialogue, characters, or the plot. Just enjoy the breathless actions.¬† Karena waktu kecil bukan penggemar G.I. Joe, jadi ga bisa bandingin sama film kartunnya. Kalo emang ada perubahan cerita dan karakter, mungkin untuk pembeda aja kali ya. I watch this movie for the action and the heroic things. Jadi film ini udah sesuai dengan ekspektasi gw sebagai hiburan saja. Gw memang pengen liat action dan sosok Sienna Miller as the Baroness yang merupakan sosok cewek jagoan dalam bayangan gw, meski The Baroness adalah tokoh antagonis; dark hair and sexy black leather suit. Don’t forget her glasses, it’s good.

Categories: Movies

Currently I’m reading…

August 15, 2009 Leave a comment
reading_ma_000

martinamisweb.com

Chicklit, teenlits, dan satu novel yang kacau banget; Beauty for Sale. Hoooammmm tampaknya gw harus mulai menemukan buku yang lebih bergizi untuk dibaca alias lebih berat. Another Pramoedya’s book maybe? Atau textbook? Setelah beberapa bulan yang lalu gw berniat untuk ga baca chicklit lagi dan mulai membaca Pram dan novel sci-fi Crichton, ternyata sulitttt untuk memalingkan wajah dari chicklit yang begitu manis, segar, dan menggigit. Hihihihi. Pada akhirnya sih gw putuskan I love it all dan ga ada pengecualian lagi. Perbedaan itu hanya soal genre, kecuali yang ancur banget dan ga layak dibaca dan dibeli.

Sekarang gw mulai merasa peningkatan dalam memahami bacaan. Mulai bisa merasakan suatu bobot bacaan, adalah ketika menemukan sesuatu yang baru dan menarik. Mulai terasa juga ketika mulai bisa menilai bobot bacaan, entah itu buku atau majalah. Mulai bisa juga mengerti dan menyukai buku-buku yang kata orang bagus. Nah, kalo udah mulai bisa menikmati “buku-buku bagus” dan “buku-buku pintar”, itu tandanya level membaca sudah meningkat. Yep, adalah suatu kenikmatan ketika kita mengerti bacaan bermutu bagus and agree with the writer’s ideas. That’s the time when you feel smart!

To me, reading is more than just a skill or hobby. Sama seperti fashion, menentukan bacaan juga merupakan suatu selera. Ada juga yang seleranya bagus, meski hanya baru baca sedikit buku atau sebaliknya. Gw sendiri merasa punya selera yang cukup bagus untuk bacaan. I enjoy reading Gaarder and Pramoedya same as enjoy reading Cabot and Glam Girls. I enjoy reading Tempo same as enjoy reading Cosmopolitan. Happy reading!

Categories: Random

Boy Meets Girl (Meg Cabot)

August 15, 2009 Leave a comment

9780060588687Told in a series of e-mails, phone messages, instant messages, and journal entries, Cabot’s novel is delightfully fun to read. Kate McKenzie, staf Human Resources yang bekerja di New York Journal, harus menangani kasus pemecatan Ida Lopez. Kate ditekan oleh bosnya, Amy, untuk memecat Ida karena menolak memberikan makanan pencuci mulut pada Stuart Hertzog yang merupakan pacar Amy. Ketika Ida menuntut karena dipecat, Kate dipertemukan dengan Mitchell, Stuart’s handsome, unconventional brother. Cerita selanjutnya bisa diduga; Kate dan Mitch saling tertarik dan Mitch menolong Kate untuk mendapatkan pekerjaannya kembali.

Forget about Kate’s character, which is so common just like any other chicklit’s main character. I love Mitch character very much! Mitch is one of my kind of dream guy. Not because he’s handsome too, but because he had a strong and unconventional character. Menggunakan uang warisan kakeknya untuk keliling dunia pada saat dia berumur 19, bekerja di LBH, ga tertarik dengan perempuan glamor dan menolak bekerja sebagai pengacara korporat di biro ayahnya. Well, mungkin karakter Mitch too good to be true di kehidupan nyata, tapi gw salut kalo ada cowok kayak gini. Terutama yang ga silau dengan pesona “working as a corporate lawyer”. I think it would be great if Mitch not only as the prince charming in a chicklit, but he can be a main charachter in a different genre’s story.

Categories: Books

Pancious

August 11, 2009 Leave a comment

Hmmm nyammm. Kamis minggu kemaren, entah yang keberapakalinya gw makan di Pancious PP, yang di Permata Hijau belum pernah. Tetep, menu favorit gw Mushroom Fettucini. Meski ini restoran pancake, tapi pastanya juga enak banget. Terutama fetucini jamurnya yang tetap sedap meski tanpa daging-dagingan (sapi, ayam atau ikan). Fetucini yang bentuknya pipih n lebar kayak kwetiau pake krim, potongan jamur kecil-kecil dan jamur goreng tepung yang rasanya yummy banget! Saking enaknya nih pasta, gw jadi ogah mesen yang laen termasuk pancake-nya. Emang gw juga ga terlalu suka makanan manis. Ada sih pancake yang variannya asin pake ayam atau sapi tapi tetep aja males nyobain. Pancake-nya cukup yummy juga, tebel dan empuk. Gw pernah coba yang blueberry cheese dan strawberry cheese. Berhubung porsi pasta dan pancake-nya lumayan besar, mending pesen buat rame-rame atau berdua biar ga mubazir. Supaya ga seret atau kehausan, mending pesen es teh yang gelas besar dan bisa diisi ulang.

Categories: Resto