Archive

Archive for July, 2009

Looklet

July 27, 2009 Leave a comment

Looklet itu “bonus” waktu gw beli novel Glam Girls: Reputation. Gw menikmati banget baca GG dan liat-liat blog-nya. Dari tulisannya Michael Ng tentang fashion, nemu deh link-ny Looklet. Looklet adalah online dress up game serupa dengan i-dressup yang selama ini gw maenin. Tapi Looklet ini lebih bagus tampilannya kayak halaman foto-foto di majalah fashion. Plusss bisa di-save! Senangnya bisa melototin lagi, lagi, n lagi. Setelah selesai, langsung di-display n ada kalo ada yang suka, bisa langsung kasih tanda dengan meng-klik gambar hati. Hati terbanyak yang peroleh ada 4 untuk satu hasil karya gw. Owww senannngg.

Categories: Games, Websites

Harry Potter and the Half Blood Prince

July 21, 2009 Leave a comment
harry-potter-6-half-blood-prince-1661Berhubung gw udah banyak lupa isi buku Harry Potter and the Half Blood Prince, jadi pasrah waktu nonton filmnya serasa belum tahu sama sekali jalan cerita Harpot seri keenam ini. Tapi pada akhirnya tetap sadar kalo ada beberapa bagian penting di bukunya tapi hilang di filmnya. Misal, cerita tentang orangtua Tom Riddle dan pemakaman Dumbledore yang pasti visualisasinya ditunggu-tunggu pembaca Harry Potter. Film dengan durasi sekitar 2,5 jam ini terasa lambat dan membosankan karena action-nya kurang, bagian-bagian penting ga ditampilkan, dan kenapa yah jadi lebih banyak cerita tentang percintaannya si Won Won alias Ron? Kira-kira yang belom pernah baca bukunya, bingung ga yah sama loncatan-loncatan ceritanya?
Categories: Movies

Ongkos betulin keypad Rp275 ribu?!!

July 21, 2009 Leave a comment

Kemaren gw ke Ambas untuk upgrade BB sama Peti yang sekalian dititipin temennya untuk betulin keypad. Setelah selesai urusan gw, terus cari tukang yang bisa benerin keypad, yang spasinya ga lancar setelah ganti casing. Setelah selesai n mau bayar, Peti kaget karena ditagih ongkos reparasi Rp275 ribu sama si B!! Jadi kan ada 2 orang nih. Si A bilang ongkosnya ‘dua tujuh setengah’, yang diartikan Peti Rp27.500 (dua puluh tujuh ribu lima ratus). Ya donk, biasanya kan penyebutan ‘dua tujuh setengah’ itu merujuk ke nilai dua PULUH ribu, bukan dua RATUS. Kalo untuk RATUS, biasanya kan kita nyebut ‘dua tujuh lima’. Ya ga, ya ga!! Lagipula cuma benerin keypad di tempat ecek-ecek yang bukan counter resmi mana ada sampe ratusan ribu :p . Buka pin yang dikunci dari operator aja cuma 30rb, yang tergolong software, masa benerin keypad yang tergolong hardware, ongkosnya hampir sepuluh kali lipat. Sebelomnya juga kita tanya di toko yang lain bilang; paling dalemnya kotor, jadi keypadnya ga pas.

Akhirnya setelah ngotot, Peti dengan terpaksa bayar ongkos reparasi Rp180 ribu. Ya ampiunnnn, gondok banget deh. Sebelomnya kita juga udah curiga karena ada ibu-ibu marah-marah ke si B, yang mempreteli onderdil HP si ibu. Yah ati-ati deh, makanya pastiin dulu nilai antara puluhan atau ratusan sama tukang reparasi, kalo ga bisa digetok abis n bisa jadi onderdil HP ilang. Ati-ati reparasi barang elektronik kalo ga di counter resmi, pilih lah toko / tempat yang orangnya terlihat bisa dipercaya karena tempat kita kemaren itu, si B keliatan kayak anak-anak nongkrong ga jelas.

Categories: Random

Penyusunan tajuk subyek

July 21, 2009 2 comments

Sungguh, ini tugas paling pintar dalam pekerjaan gw; menyusun tajuk subyek. Dasarnya sama dengan mengklasifikasi, tapi ditambah dengan tugas menyeragamkan istilah. Dalam hal ini, istilah yang lebih populer digunakan user (internal). Tajuk subyek yang disusun ini bersifat tailor made, artinya kurang lebih; dibuat sesuai kebutuhan internal. Jadi ga pake yang udah baku dari Perpusnas atau BPHN, dan juga klasifikasi di kantor gw juga buatan sendiri jadi meneruskan saja.

Masalahnya adalah, gw buta tentang perbankan dan keuangan. Ga hanya penyeragaman istilah yang jadi hambatan, yang paling penting adalah pemahaman definisi dan keterkaitannya satu dengan yang lain. Misal, ternyata ‘Basel’ yang tadinya gw kira hanya terkait dengan manajemen risiko, ternyata terkait juga masalah permodalan, khususnya pada Basel II. Basel yang gw kira singkatan dalam dunia perbankan Indonesia, ternyata istilah asing. Pemahaman tentang Basel ini gw dapet dari googling dan it take times. Bagusnya sih emang harus punya kamu perbankan. Oke, tapi googling dan kamus hanya tools untuk memahami suatu istilah yang keduanya pun kadang ga bisa memberi lebih dari sekedar definisi. Hal yang gw butuhkan adalah pemahaman, lebih luas daripada definisi, yaitu keterkaitan antar istilah. Pemahaman keterkaitan antar istilah penting untuk pemilihan istilah supaya seragam. Inilah bedanya antara menyusun klasifikasi dan tajuk subyek. Bertanya pada lawyer adalah pilihan lain. Tapi masalahnya, pertanyaan akan beranak-pinak dan melebar. Gw ga yakin lawyer akan punya cukup waktu untuk meladeni kecerewetan gw. Salah satu ‘korban’ gw adalah si Kodok yang kerja di bank 😀 .

Gw sadar ga boleh mundur dalam mengerjakan DTS ini karena beberapa hal. Tapi rasa frustrasi muncul ketika subjek / istilah yang lagi gw pahami, beranak dan meluas. Misalnya, lagi, awalnya gw cari tentang fidusia. Ternyata fidusia ini berkaitan pula dengan hipotik, temen si fidusia yang lagi tunggu giliran untuk gw garap. Apa pula itu hipotik? Dari obrolan sama Kodok, nyangkut lagi istilah gadai. Mata melirik, ohhhh ada istilah pegadaian yang mesti digarap juga apakah masuk ke perbankan atau khususnya tetap di keuangan? Balik ke fidusia sebagai subjek yang digunakan. Terus parent subject-nya apa? Penjaminan dan kredit?  Wait, wait, jaminan atau penjaminan? Jadi jaminan harus merujuk ke penjaminan? AAAArrrggghhhhhh!!. Ujung-ujungnya, maen FB dulu ah huahahahahaha.

Categories: Law firm library

Dress Up Game

July 12, 2009 Leave a comment

Masih inget maenan orang-orangan waktu kecil dulu? Maenan boneka kertas yang bajunya bisa diganti-ganti. Kalo dulu terbuat dari karton, sekarang gw maenin yang online. Seru banget! http://www.i-dressup.com/gamelist_by_cate.php?sub=9 adalah website favorit gw untuk dress up game. rockergirl-main_FullSetiap minggu selalu ada game baru untuk kategori yang berbeda, selain itu gw suka tampilannya yang bagus karena ada beberapa dress up yang tampilannya jelek. Misal, untuk celebrity dress up game ada yang pake foto beneran, baik wajah dan bajunya, tapi tampilannya jelek. Try my favourite one; http://www.i-dressup.com/girls/Boho_Morrocan.php, yang pilihan baju-bajunya oke banget. Semakin unik, semakin seru padu-padannya. Pembagian kategorinya macem-macem, ada yang berdasarkan warna kayak http://www.i-dressup.com/girls/Purple_Style.php atau Folk Fashion yang berdasarkan negara kayak http://www.i-dressup.com/girls/Brazil_Carnival_Costumes.php.

094b39c9d6985ebc5862ba267ad056b5Selain i-dressup, website lain kayak  http://www.gamesforgirlsclub.com/games/dress+up juga lumayan, meski masih lebih variatif i-dressup. Dandanin Lady Gaga, Paris Hilton, dan Megan Fox yang favorit di website ini. Muka-muka selebritis yang mirip sama aslinya dan pilihan baju yang oke, bikin betah berjam-jam bereksperimen; http://www.easygirlgames.com/play/468/megan-fox-dress-up.html. Selain dress up ada juga make over yang seputar make up di muka, tapi gw kurang suka karena kurang seru. Selain dress up, ada make over yaitu game untuk make up tapi gw kurang suka. Tapi sayang hasil padu-padan di dress up game ga bisa di-save 😦 . Padahal gambarnya bagus-bagus. Semakin unik baju-bajunya, semakin seneng maeninnya.

Categories: Games, Websites

Barn Buddy

July 12, 2009 1 comment

4897_1168564487094_1017418834_520133_3286563_nCara maennya: kita dikasih sepetak tanah untuk ditanami. Pada level-level tertentu hanya beberapa petak tanah dan jenis sayuran tertentu yang boleh ditanami dan dibeli benihnya. Menanam benih, ngasih pupuk, disirami n nyemprot hama. Kalo udah berbuah, baru deh bisa dipanen dan dijual. Nilai dari hasil penjualan ini yang jadi penghasilan andalan nambah skor untuk ke level berikutnya. Selain itu kita diperbolehkan mencuri tanaman-tanaman tetangga yang siap dipanen. Bahkan, kita bisa naro hama di kebon tetangga. Huahahahaha. Tapi tanaman kita pun bisa dicuri dan dikasih hama. Harga tanaman curian lebih rendah dari harga tanaman punya kita sendiri. Jadi ga rugi meski dicuri juga. Hehehe. Menurut gw sih game ini ga terlalu seru karena kurang menantang kayak games-games – nya Playfish (Word Challenge n Pet Society).

Categories: Games

MOS Burger

July 12, 2009 Leave a comment

MOS_Burger_2007-01MOS Burger (モスバーガー, Mosu bāgā?), from the initial letters of “Mountain Ocean Sun”, is a fast-food restaurant chain (fast-casual) that originated in Japan. It is now the second-largest fast-food franchise in Japan after McDonald’s, and owns numerous overseas outlets over East Asia, including Taiwan, Singapore, Hong Kong, Thailand, Indonesia, and until 2005, Hawaii. It is also the name of the standard hamburger offered by the restaurant, being its first product when the restaurant was founded in 1972. Gitu kata om Wikipedia tentang MOS Burger. Katanya sih MOS ini makanan cepat saji yang lebih sehat, karena penggunaan sayuran segar dalam porsi yang lebih besar serta metode memasak slow-cooking yang menjamin kualitas hidangan lebih lezat serta segar untuk disantap.

Selasa minggu lalu, kali kedua gw makan di MOS Burger. Pertama kali sih penasaran; kayak apa sih burger ala Jepang, dan pastinya ga jauh beda sama resto burger laennya kayak Burger King. Menu unik MOS Burger ini adalah burger nasi atau rice burger. Roti digantiin nasi yang dibentuk bundar n agak tebal dengan beberapa variasi isi, tapi rasanya ga istimewa. Gw pernah nyoba rice burger yang isinya teriyaki chicken, rasanya kayak makan nasi biasa aja pake teriyaki chicken. Huahahahaha. Makanya kemaren gw ga makan yang rice burger. Kalo mau beda rasa sama burger laen, pilih tetap roti tapi isinya yang berbau Jepang kayak si teriyaki chicken itu atau menu yang berbau Jepang lainnya. Dari liat-liat di internet sih ada yang pake alpukat segala. Hmmm.

Categories: Resto