Archive

Archive for April, 2007

Ayo bicara tentang kita

April 26, 2007 1 comment

Ayo bicara tentang kita, kamu dan saya.
Menerangkan yang lalu, membahas yang sekarang, dan mengira yang akan datang.
Dalam tawa dan suasana hangat di suatu tempat yang nyaman.
Melupakan semua bagian kelam tentang kita.
Ayo…

Categories: Uncategorized

Kalo hari pulang jam 5

April 26, 2007 Leave a comment

Kalo hari ini gw pulang kantor jam 5, gw bakal:

1. Nongkrong di cafe sama temen yang paling seru dan ketawa-tawa sampe sakit perut.
2. Menggila di tenda biru Melawai (limit; 50rb. bisa dapet sandal, aksesoris, jam).
3. Langsung pula n malas2an di rumah.
4. Ke Diknas minjem buku atau DVD sekalian ngobrol sama orang-orang sono
5. Ngajak ketemuan temen yang udah lama ga ketemu.
6. Ngalor ngidul di mall terdekat alias window shopping alias cuci mata.
7. Ayo, bicara tentang kita…

Sayangnya hari ini gw tetap pulang jam 7. Blehhhhh….

Categories: Uncategorized

Foto baru

April 25, 2007 1 comment

Ahkhirnya….. Ada foto terbaru juga hahahahaha. Udah makin males foto-foto nih huhuhuhuhu. Dan inilah foto teranyar gw dari hpnya si Nampan. hukssss..
Categories: Uncategorized

Memaafkan, bukan melupakan

April 25, 2007 Leave a comment
Kalo lagi patah hati, putus pacaran, atau pendekatannya gagal, orang-orang sekitar kita kebanyakan “mengajari” untuk melupakan bukan memaafkan. Pun begitu si mantan nikah duluan n ngundang, orang-orang sekitar kita juga akan bilang, ‘ga usah dateng’ blablabla dengan alasan mulai dari gengsi sampai ‘gimana perasaan istrinya?’. Hew??! Gimana perasaan istrinya? Ya gimana kek bukan urusan gw hahahahaha, secara nikahnya bukan sama gw bukan? Lagipula kalo udah nikah ya buat gw selesai semua, udah ga ada kesempatan lagi. Kecuali kalo masih mau nunggu sampe dia cerai. Yuk mariiii.
Kebanyakan orang suka sotoy alias sok tahu klo kasih pendapat atau komentar, termasuk gw hehehe. Ga salah juga karena memakai sudut pandang masing-masing dan mereka kadang juga ga tau gimana detil masalah kita, maka jadilah terkesan sotoy itu. Apalagi buat yang pernah mengalami kejadian yang menyakiti perasaannya banget, jadi pandangannya terkesan sinis dan seperti yang gw bilang sebelumnya tentang kebanggaan ‘masalah-gw-lebih-hebat-dari-masalah-lo!’.
Balik ke ‘melupakan’ dan ‘memaafkan’. Iya ga sih kalo lagi patah hati, pasti kebanyakan orang akan bilang; ‘ya udah lupain bajingan itu’ atau ‘lupakan si brengsek yang mukanya kayak babon kejepit pintu penjara’. Lupa? Melupakan? I don’t think so. Tidak akan bisa dilupakan karena cerita kita dengan dia sudah jadi memori. Bisa sih lo lupa klo lo amnesia. Gini lho, meski putus udah lama n udah ga punya rasa lagi, tapi kadang masih tetap kangen atau sekedar ingat aja kan? Jadi mau melupakan yang seperti apa? Benar-benar lupa? Ga. Ingat gw pernah nulis tentang ‘Ticket to the past’?. Ya itu lah, ada saat-saat atau pemicu yang bikin kita ingat tentang dia dan blablabla. Di saat kita teringat itu, gimana perasaan kita? Gimana anggapan kita tentang dia? Baik atau buruk? Ga tergantung closure kok, tapi tergantung pada pemahaman kita dan yang paling penting; ikhlas dan memaafkan.
Semakin keras berusaha melupakan seseorang, akan semakin sulit dilupakan. Tapi kalo berusaha memaafkan, ada banyak pelajaran yang bisa didapat dan akan lebih lega.
Ya itu untuk mantan pacar, alias yang pernah jadian. Untuk yang gebetan atau pdkt-nya gagal; sama aja. Ya sudahlah toh gw udah ga suka lagi sama dia dan itu cerita lama. Dia tau perasaan gw tapi ya sudahlah. Penolakan dan penerimaan, apapun bentuknya, itu wajar bukan? Gw pernah ditolak, tapi gw juga pernah menolak. Yang ga wajar kan reaksinya. Rasa sulit menerima, pastinya pernah gw rasain dan itu menyebalkan, tapi ya memang ga bisa dipaksa. Klise dan semua orang tau, tapi sering juga dilupakan. Hahah!.
Jadi klo ada yang curhat tentang putus dan patah hati, gw ga akan bilang, ‘ya udah lupain aja’ tapi ‘ya udah bunuh aja’ hehehehe. Yah maafkan lah dan ikhlaskan lah karena dengan maaf dan ikhlas, kamu akan mendapat lebih banyak sisi positifnya. Kalo sudah memaafkan pula, maka kamu tidak akan segan datang ke resepsi nikahnya dengan kasih amplop goceng tapi makan sepuasnya plus suvenir hahahahahahahaha.
Categories: Uncategorized

Membangun ‘kimia’

April 22, 2007 1 comment

‘…I do like you n always trying to build the chemistry between us. But finally i know chemistry are spontaneously created n cannot –what is in english??– direkayasa hehehe.
thank you already teaching me about this chemistry thing…’ .

From my e-mail.

Categories: Uncategorized

Help!

April 22, 2007 Leave a comment

S.O.S.! My friend cry for a help! I think she needs a pro to help her because she’s already hurting herself! Okay this is serious!

Sebenarnya gw tau persiss (ndobel ‘s’) gimana perasaannya karena masalah gw dulu serupa meski tak sama. Gw khawatir sama dia karena sebenarnya dia tau ‘apa’ dan ‘bagaimana’, tapi yang susah adalah langkah pertamanya untuk mengakhirinya. Ahahah semakin mengerti kita tentang suatu masalah, kenapa kelihatannya semakin rumit untuk mencarai jalan keluar ya? Yeah yeah sebagian orang akan bilang, ‘Ga juga. Just KISS, keep it simple stupid!’. Memang sih kadang diri kita juga yang membuat rumit segala sesuatunya. Segala macam pertimbangan menjadi penghambat untuk pulih secepatnya.

Sehebat apapun orang-orang sekitar memberi bantuan n shoulder to cry on, tetap kuncinya ada pada kita. Itu yang susah. Melawan diri sendiri. Memberontak terhadap nurani. Motivasi vs godaan. Sulit memang, sulit. I know. Sudah susah dimotivasi, susah pula menahan godaan. Terus klo ga bergerak sekarang, untuk pulih, kapan lagi? Mau menunggu puncaknya? Suatu keadaan di mana lo benar-benar muak dan lelah dengan semuanya dan tanpa pikir panjang lagi untuk memotong nadi kemudian mati lemas perlahan-lahan kehabisan darah? Atau terjun dari lantai 26 di kantor lo?

Gw ga tau harus bilang apa lagi, menanggapi gimana lagi karena cuma dia yang bisa memperbaiki dirinya sendiri. Gw ga tau harus ngomong apa lagi karena dia terlalu pintar untuk dikuliahi atau diberi nasehat. So it’s all yours, sister. All I can do is just listening.

Categories: Uncategorized

Maaf, hanya untuk pustakawan: biarkan mereka tahu tentang kita…

April 14, 2007 1 comment
Maaf ya eksklusif hanya untuk pustakawan. Profesi lain silahkan keluar dari milis ini. Klo gw yang termasuk profesi lain alias non-pustakawan itu gw bakal komen: ‘Idih situ oke jadi pustakawan?’. Ahahaha profesi pustakawan memang belum dihargai. Itu kenyataan dan bahan perdebatan yang ga ada habisnya. Nah masih belum cukup dengan pandangan itu dan mau menutup diri terus?
Kalo alasannya produktifitas dan keadilan berbagi informasi, justru bukannya kita harus membuka pintu akses informasi selebar-lebarnya? Biar mereka, non pustakawan itu, tau inilah pekerjaan kita. Inilah otak kita. Betapa murah-hatinya pustakawan berbagi dalam suatu tambang emas informasi. Kemurahan hati pustakawan lah yang mengajari para kapitalis dan profesi lain untuk jangan sinis dengan sifat non-profit perpustakaan. ngoQ….
Kalo non-pustakawan didepak dengan alasan itu, atau apapun, mereka hanya akan semakin negatif memandang profesi pustakawan. Udah ga menghasilkan profit, selalu dipandang sebelah mata, sombong lagi. Aduh…
Gw setuju dengan pendapat pak Nordin, salah satu anggota milis dari Malaysia, yang bilang “Kita juga harus membenarkan diri kita keluar dari kepompong sendiri…”. Iyaiya inilah saatnya menatap keluar, bukan selalu ke dalam sesama pustakawan. You do did a great job guys! Tapi apa artinya kalo dunia luar [non pustakawan] ga banyak yang tau? Pekerjaan-pekerjaan hebat itu hanya akan bergaung antar pustakawan. Jadi biar mereka liat kerja hebat kita, komunitas kita, dan filosofi dasar perpustakaan tentang penyebaran, berbagi, dan keterbukaan akses informasi. Seperti yang pak Nordin bilang juga; “lebih bagus jika kita ambil sikap keterbukaan dengan membari peluang kepada lebih ramai lagi ahli-ahli bukan law librarian yang ingin terlibat secara langsung supaya mereka tahu dan sedar bagaimana cara law librarian berkerja dan berkomunikasi dalam membantu profession perundangan kita”.
Ya, biarkan mereka tahu tentang kita…
Categories: Uncategorized